Senin, 03 Februari 2014

Analisis Novel Cinta di Atas Awan Karya Gleen Alexei



ANATOMI PROSA FIKSI
“Analisis Novel Cinta di Atas Awan Karya Glenn Alexei”

ANALISIS NOVEL
Disusun untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Anatomi Prosa Fiksi
Dosen Pengampu
Aan Sugiantomas, M.Si.












Oleh
AHMAD ASIKIN
NIM 2012011002









PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KUNINGAN
2013








KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah Swt, karena atas ridho-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penelitian/analisis novel yang berjudul Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei. Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi tugas akhir pada mata kuliah Anatomi Prosa Fiksi, sekaligus merupakan salah satu syarat untuk bisa mengikuti ujian akhir semester (UAS).
Dalam melakukan penelitian ini, saya mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak baik bersifat moril maupun materil, sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Dengan kerendahan dan ketulusan hati, saya selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Bapak Aan Sugiantomas, M.Si. selaku dosen pengampu yang telah mengenalkan dan mengajarkan saya tentang ilmu sastra;
2.      Bapak Asep Jejen Jaelani, M.Pd. yang tak pernah letih membimbing, mengarahkan serta memberi motivasi kepada saya khususnya dalam melakukan penelitian ini;
3.      Bapak H. Ajat Sudrajat, M.Si. yang telah memfasilitasi saya dalam proses penelitian ini;
4.      Ibu dan Bapak, yang tak henti-hentinya mendoakan saya dalam menuntut ilmu;
5.      Taty Ratih Fitriani, atas segenap perhatian dan motivasinya selama ini;
6.      Teman-teman seperjuangan, mahasiswa PBSI tingkat II yang selalu memberi semangat meski hanya berupa canda dan tawa.
Menyadari akan kekurangan dan kelemahan saya dalam menyusun penelitian ini, saya sangat mengharapkan kritik disertai saran yang membangun untuk perbaikan dimasa yang akan datang, terutama dari Bapak Aan Sugiantomas dan Bapak Asep Jejen Jaelani.
Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya, dan semoga kebaikan orang-orang yang telah membantu saya dalam menyusun penelitian ini mendapatkan pahala dari Allah Swt. Amin.


Kuningan, 13 Januari 2014

Penulis






DAFTAR ISI
LEMBAR JILID 1
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN 4
1.1. Latar BelakangMasalah 4
1.2. Rumusan Masalah 4
1.3. Tujuan Penelitian 5
1.4. Manfaaat Penelitian 5

BAB II LANDASAN TEORI 6
2.1. Pengertian Sastra 6
2.2. Bentuk-bentuk Sastra 7
2.3. Prosa Fiksi 9
2.4. Jenis-Jenis Prosa Fiksi 10
2.5. Novel 13
2.6. Unsur-unsur Novel 14

BAB III ANALISIS UNSUR INTRINSIK NOVEL 21
3.1. Sekilas Tentang Pengarang 21
3.2. Sinopsis Novel 21
3.3. Tema 22
3.4. Alur 23
3.5. Tokoh dan Perwatakan 31
3.6. Latar/Setting 44
3.7. Gaya 53
3.8. Titik Pengisahan 58
3.9. Amanat 63

BAB IV SIMPULAN 67
DAFTAR PUSTAKA 69






BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang Masalah
Sastra adalah hasil cipta manusia dengan menggunakan bahasa sebagai medianya, bersifat imajinatif, disampaikan secara khas, serta mengandung pesan yang bersifat relatif. Sastra memberikan wawasan yang umum tentang masalah manusia, sosial, maupun intelektual, dengan caranya penyampaian yang khas.
Karya sastra lahir karena dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan dirinya yang menaruh perhatian serius terhadap manusia dan kemanusiaan, dan menaruh minat terhadap dunia realitas yang berlangsung sepanjang waktu (Sugiantomas, 2012: 1).
Sebagaimana karya seni lainnya, karya sastra adalah wujud ekspresi kegelisahan manusia yang di dalamnya memuat pokok-pokok pikiran, perasaan, sikap, serta tujuan yang ingin diungkapkan pengarang sesuai pengalaman imajinasinya (Jaelani, 2009: 1).  Ada tiga bentuk karya sastra yang merupakan wujud ungkapan ekspresi manusia mengenai persoalan hidup dan kehidupannya, yaitu puisi, prosa fiksi, dan drama.
Karya sastra akan tetap ada selama masih ada orang yang mau membaca karya sastra (penikmat sastra), misalnya bentuk yang paling banyak disukai biasanya adalah jenis novel. Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang sekelilingnya  dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku (KBBI, 2008: 969). Maka dari itu, sampai kapan pun novel tidak akan pernah punah selama masih ada penikmat sastra yang melakukan kegiatan membaca karya sastra disertai kesungguhan yang mendalam, mempertanyakan, memikirkan, merasakan, dan menganalisisnya. Sehingga akan tumbuh kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra. Tentu saja pada akhirnya akan sampai pada sebuah apresiasi.

1.2.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis akan mencoba merumuskan masalah sebagai berikut:
1)   Apa tema pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei?
2)   Bagaimana alur/plot pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei?
3)   Siapa tokoh pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei dan bagaimana perwatakannya?
4)   Dimana, kapan, dan bagaimana latar/setting pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei?
5)   Bagaimana titik pengisahan pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei?
6)   Bagaimana gaya pengarang pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei dan gaya bahasa apa saja yang digunakan oleh pengarang?
7)   Apa amanat pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei?

1.3.  Tujuan Penelitian
Dalam penelitian ini, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh penulis, tujuan tersebut adalah sebagai berikut:
1)   Ingin mengetahui tema pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei?
2)   Ingin mengetahui alur/plot pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei?
3)   Ingin mengetahui tokoh dan perwatakan pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei?
4)   Ingin mengetahui latar/setting pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei?
5)   Ingin mengetahui titik pengisahan pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei?
6)   Ingin mengetahui gaya pengarang dan gaya bahasa yang digunakan pengarang pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei?
7)   Ingin mengetahui amanat pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei?

1.4.  Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini diharapkan akan bermanfaat baik secara teoritis maupun praktis. Adapun manfaat tersebut adalah sebagai berikut:
a.    Manfaat Teoritis
Hasil  penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan dibidang ilmu sastra, khususnya prosa fiksi jenis novel. Selain itu diharapkan dapat menambah pembendaharaan teori mengenai unsur-unsur intrinsik novel.
b.    Manfaat Praktis
1)      Bagi peneliti, hasil penelitian ini merupakan ajang pembelajaran untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi penyusunan skripsi di masa mendatang.
2)      Bagi pembaca, hasil penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkan tingkat apresiasi terhadap sebuah karya sastra khususnya novel, serta dapat bermanfaat sebagai bahan penunjang pembelajaran/referensi baik untuk tingkat SMP, SMA, maupun tingkat perguruan tinggi.







BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Sastra
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 1230) arti kata sastra adalah karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya. Karya sastra berarti karangan yang mengandung nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah.
Sastra dapat memberikan kesenangan atau kenikmatan kepada pembacanya. Seringkali dengan membaca sastra muncul ketegangan-ketegangan (suspense). Dalam ketegangan itulah diperoleh kenikmatan estetis yang aktif. Berbagai segi kehidupan dapat diungkapkan dalam karya sastra.
Secara etimologi kata sastra berasal dari bahasa Sansekerta, dibentuk dari akar kata sas dan -tra. Sas mempunyai arti ‘mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk’; sedangkan -tra mempunyai arti ‘alat, atau sarana’. Karena itu, kata sastra dapat berarti ‘alat untuk mengerjakan atau buku petunjuk’. Dengan arti ini, dalam bahasa Sansekerta dapat dijumpai istilah Silpasatra yang berarti ‘buku arsitektur’, dan Kamasastra yang berarti ‘buku petunjuk seni bercinta’. (Sugianto Mas, 2012:7).
Secara harfiah kata sastra berarti ‘huruf, tulisan, atau karagan’. Lalu karena karangan atau tulisan biasanya berwujud buku , maka sastra berarti juga ‘buku’. Itulah sebabnya, dalam pengertian kesusatraan lama, istilah sastra berarti buku, baik yang berisi tentang dongeng, pelajaran agama, sejarah, maupun peraturan dan undang-undang.
Dalam perkembangan selanjutnya, kata sastra mendapat imbuhan su, yang dalam bahasa jawa berarti ‘baik atau indah’. Dengan demikian, pengertiannya berkembang juga menjadi ’buku yang baik dan indah’, dalam arti baik isinya dan indah bahasanya. Kata susastra itu pun berkembang juga dan mendapat imbuhan gabungan (konfiks) ke-an, sehingga menjadi kesusastraan yang berarti ‘hal atau tentang buku-buku yang baik isinya dan indah bahasanya’.
Sastra bukanlah seni bahasa belaka, melainkan suatu kecakapan dalam menggunakan bahasa yang berbentuk dan bernilai sastra. Berkaitan dengan maksud tersebut, sastra selalu bersinggungan dengan pengalaman manusia yang lebih luas, selalu melibatkan pikiran pada kehidupan sosial, moral, psikologi, dan agama.
Menurut Wellek dan Warren (1989: 3) sastra adalah sebuah karya seni yang memiliki ciri-ciri; sebuah kreasi, luapan emosi yang spontan, bersifat otonom, otonomi sastra bersifat koheren (ada keselarasan bentuk dan isi), menghadirkan sintesis terhadap hal-hal yang bertentangan, mengungkapkan sesuatu yang tidak terungkapkan dengan bahasa sehari-hari.
Karya sastra lahir karena dorongan dasar manusia untuk mengungkapkan dirinya yang menaruh perhatian serius terhadap manusia dan kemanusiaan, dan menaruh minat terhadap dunia realitas yang berlangsung sepanjang waktu (Sugiantomas, 2012: 1).
Menurut Supradjarto (1991: 1) suatu karya sastra ada dua kemungkinan, yakni: karya imajinatif dan karya informatif. Karya imajinatif berarti karya tersebut berdasarkan imajinasi penulisnya atau berdasarkan citra penulisnya semata-mata. Walaupun isinya tidak benar-benar terjadi tetapi masuk akal. Sedangkan karya informatif yaitu karya sastra seperti halnya karya imajinatif tetapi penulisannya berdasarkan suatu kejadian besar seolah-olah menjadi insfirasinya. Sementara Wellek dan Warren (1989: 14) menerangkan bahwa istilah “sastra” paling tepat diterapkan pada seni sastra, yaitu sebagai karya imajinatif.
Melalui karya sastra kita dapat melihat gambaran atau rekaman pikiran, pandangan, persoalan pengarang secara utuh terhadap masalah kehidupan manusia yang diungkapkan dalam karyanya. Penggambaran tersebut diungkapkan melalui bahasa lisan maupun bahasa tulis. Bahasa yang dicurahkan dalam sastra baik secara lisan maupun tulisan tentunya berbeda dengan bahasa yang digunakan sehari-hari sebagai alat komunikasi, karena bahasa sastra mempunyai berbagai keunggulan seperti keaslian, keartistikan, keindahan baik isi maupun bentuk ungkapannya (Jaelani, 2009: 8)
Karya sastra mengalir dari kenyataan-kenyataan hidup yang terdapat didalam masyarakat. Akan tetapi karya sastra bukan hanya mengungkapkan kenyataan objektif itu saja, melainkan juga mencuatkan pandangan, tafsiran, sikap, dan nilai-nilai kehidupan berdasarkan daya kreasi dan imajinasi pengarangnya, serta kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sastra adalah sebuah karya imajinatif dari hasil pemikiran manusia yang disampaikan secara khas, mengandung pesan yang bersifat relatif, mengandung nilai-nilai kebaikan yang dituangkan ke dalam bahasa lisan maupun bahasa tulis.

2.2. Bentuk-bentuk Sastra
Bentuk sastra berarti cara dan gaya dalam penyusunan dan pengaturan bagian-bagian karangan; pola struktural karya sastra ke dalamnya dapat digolongkan tiga bentuk, yaitu puisi, prosa fiksi, dan drama Panuti Sujiman (dalam Sugiantomas, 2012: 12). Sejalan dengan pendapat terebut, Jaelani (2009: 1) mengungkapkan ada tiga bentuk karya sastra yang merupakan wujud ungkapan ekspresi manusia mengenai persoalan hidup dan kehidupannya, yaitu puisi, prosa fiksi, dan drama.
a.       Puisi
Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra menggunakan bahasa yang relatif lebih padat dibandingkan dengan bentuk prosa. Pilihan kata atau diksi diperhitungkan dari berbagai segi; makna, nilai imajinasi, irama, rima, dan amanatnya. Oleh karena itu, kata-kata dalam puisi tidak semata-mata berfungsi sebagai alat penyampai gagasan, melainkan berfungsi pula sebagai bahan.
b.      Prosa fiksi
Prosa fiksi atau cerita rekaan adalah sebuah karangan bebas yang dimuati imajinasi di dalamnya, mengandung nilai-nilai kehidupan, serta menggunakan bahasa yang khas. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Sudjiman (dalam Sugiantomas, 2013: 60) prosa fiksi atau cerkan adalah cerita yang mempunyai tokoh, dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi, dalam ragam prosa. Puisi diciptakan dalam suasana perasaan yang intens yang menuntut pengucapan jiwa yang spontan dan padat. Dalam puisi, aku lirik berbicara tentang jiwanya sendiri artinya mengungkapkan dirinya sendiri. (Waluyo, 1987: 2)
c.       Drama
Drama adalah adalah komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat  menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan (KBBI, 2008: 342). Drama merupakan salah satu bentuk karya sastra, yang berwujud susunan dialog dari para tokohnya. Unsur yang terdapat dalam drama pun tidak berbeda jauh dengan prosa fiksi, yakni terdapat tema, alur/plot, tokoh dan perwatakan, ketegangan, latar atau setting, gaya, dan amanat. Namun sebuah naskah drama rasa belum lengkap atau belum utuh apabila belum dipentaskan dalam sebuah seni pertunjukkan.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa bentuk sastra adalah bentuk atau gaya dalam menyusun sebuah karangan yang diklasifikasikan menjadi tiga bentuk, yakni; puisi, prosa fiksi, dan drama.




2.3. Prosa Fiksi
Prosa dibagi menjadi dua, prosa imajinatif dan prosa non-imajinatif. Dalam prosa imajinatif atau prosa fiksi, unsur perenungannya terdiri dari beberapa faktor; pemerolehan ide, ilustrasi bahasa yang diperhitungkan keindahan, dan dalam penciptaannya prosa imajinatif ini sangat pengaruhi dengan proses imajinasi. Sedangkan dalam prosa non-imajinatif tentunya tidak bersifat khayal, dan isi dari prosa non-imajinatif ini berdasarkan fakta, yang berbentuk deskripsi, argumentasi, atau narasi.
Pada pembahasan ini hanya akan membahas mengenai prosa fiksi, sebab yang membedakan karya sastra dengan karya nonsastra yaitu adanya unsur imajnasi. Sejalan dengan pendapat tersebut, Mahayana (dalam Jaelani, 2009: 7) menegaskan bahwa secara hakiki, yang membedakan karya sastra dengan karya-karya nonsastra adalah adanya dominasi imajinasi. Dalam karya sastra dominasi imajinasi sangat penting.
Dalam prosa nonimajinatif tentu saja hal-hal yang khalayak tidak akan dipentingkan, tetapi sangat berdasarkan pada hal-hal faktual. Isinya bisa berupa deskripsi, argumentasi, atau narasi tentang sesuatu yang sama sekali tidak direka-reka dan bahkan objektif. Oleh sebab itu, prosa sangat sulit dikatakan sebagai karya sastra sebagai hasil kesenian yang tentu saja bermuatan besar imajinasi. Sedangkan prosa imajinatif jelas sangat dipengaruhi oleh imajinasi dalam proses penciptaannya.
Seperti yang telah dijelaskan bahwa prosa fiksi atau cerita rekaan adalah sebuah karangan bebas yang dimuati imajinasi di dalamnya, mengandung nilai-nilai kehidupan, serta menggunakan bahasa yang khas. Prosa fiksi atau cerkan adalah cerita yang mempunyai tokoh, dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi, dalam ragam prosa.
Dalam prosa fiksi digolongkan menjadi beberapa jenis yang diklasifikasikan berdasarkan kurun waktu atau jaman, berdasarkan gaya ungkap atau tipenya, berdasarkan isinya, berdasarkan pada pola umum yang telah amat populer dan berdasarkan unsur yang menonjol.
Cerita rekaan merupakan salah satu bentuk sastra yang memaparkan terjadinya peristiwa secara rinci mengenai segala hal yang bersangkut paut dengan peristiwa tersebut, seperti siapa tokoh dalam peristiwa itu, bagaimana suasana, bagaimana karakter tokoh tersebut, dimana dan kapan terjadi peristiwa itu, bagaimana proses terjadinya peristiwa itu, apa yang melatarbelakangi peristiwa itu, siapa penutur peristiwa itu, dan bagaimana runtutan peristiwa itu. dalam cerita rekaan yang baik segala hal yang terkait tersebut akan memberi gambaran yang cukup jelas dan disusun dalam satu kesatuan yang utuh dan saling menunjang (Sugiantomas, 2013: 60).
Dalam cerita rekaan, biasanya terdapat pikiran-pikiran tersembunyi yang tidak diungkapkan secara terus terang. Pikiran seperti itu bisa berupa didikan, nasehat, saran, ajakan, atau lainnya. Namun pada akhirnya pembaca akan sadar juga bahwa dibalik semua perisiwa yang mengasyikan itu ternyata ada suatu pikiran yang bermanfaat, ada hikmah yang dapat dipetik. Kenikmatan dan kehikmahan itulah ciri karya seni pada umumnya dan ciri karya khususnya.

2.4. Jenis-jenis Prosa Fiksi
Seperti yang telah dijelaskan bahwa prosa fiksi digolongkan menjadi beberapa jenis yang diklasifikasikan berdasarkan kurun waktu atau jaman, berdasarkan gaya ungkap atau tipenya, berdasarkan isinya, berdasarkan pada pola umum yang telah amat populer dan berdasarkan unsur yang menonjol.
1)      Berdasarkan Kurun Waktu atau Jaman
a.       Dongeng
Dongeng sering disebut juga folklore, dongeng merupakan cerita rekaan yang pendek dan pada umumnya mengisahkan peristiwa dengan memasukan hal-hal keajaiban dan tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata.
b.      Hikayat
Hikayat merupakan cerita rekaan lama yang panjang yang mengisahkan peristiwa dengan memasukan unsur keajaiban seperti dongeng. Cerita ini biasanya berpusat pada kehidupan raja-raja, keluarga dan pembantu dekatnya. Unsur keajaiban nampak dari kesaktian para tokohnya dalam menaklukan musuh atau suatu kerajaan lain dan merebut putri-putri cantik.
c.       Cerita Sejarah
Cerita sejarah merupakan cerita tentang raja-raja atau kepala negeri yang biasanya bersandar pada kenyataan sejarah namun tidak seluruhnya merupakan fakta sejarah.
d.      Novel
Novel merupakan cerita rekaan yang menceritakan suatu peristiwa yang luar biasa dalam kehidupan manusia, sebab hanya memuat cerita berdasarkan konflik hidup yang sangat menonjol, sehingga menceritakan tokoh sejak kecil sampai dewasa dianggap tidak perlu. Konflik batin yang mendalam dari para tokoh menjadi sasaran utama cerita.


e.       Cerpen
Cerpen adalah jenis prosa fiksi yang memaparkan cerita secara singkat dan padat, pada dasarnya cerpen tidak jauh berbeda dengan novel. Bedanya tokohnya hanya sedikit, latar/settingnya tidak terlalu banyak, dan alurnya singkat.
f.       Novelet
Novelet merupakan novel kecil, dari segi kuantitasnya berkisar 60 halaman sampai 100 halaman.

2)      Berdasarkan Gaya Ungkap atau Tipenya
a.       Narasi
Narasi yaitu tipe cerita rekaan yang gaya pengungkapannya menuturkan atau menceritakan.
b.      Deskripsi
Deskrpsi yaitu tipe cerita rekaan yang gaya pengungkapannya melukiskan atau menggambarkan secara rinci.
c.       Semi Dramatik
Semi dramatik yaitu tipe cerita rekaan yang gaya pengungkapannya bercakap-cakap bisa berupa dialog atau monolog.

3)      Berdasarkan Isinya
a.       Roman atau Novel Bertendens
Novel bertendens artinya novel yang isinya ceritanya memiliki tujuan. Misalnya novel berjudul ‘Harimau-Harimau’ karya Muchtar Lubis dan ‘Layar Terkembang’ karya Sultan Takdir Alisyahbana.
b.      Roman atau Novel Sejarah
Roman atau novel sejarah yaitu cerita melukiskan kehidupan tokoh-tokoh cerita dalam suatu masa sejarah atau bersandar pada kenyataan sejarah.
c.       Roman atau Novel Psikologi
Roman atau novel psikologi yaitu cerita yang terpusat pada kehidupan emosional para tokohnya yang menjajaki tingkatan kegiatan mentalnya yang berbeda-beda.
d.      Roman atau Novel Perjuangan
Roman atau novel perjuangan merupakan cerita perjuangan yang dialami tokohnya dalam mencapai cita-cita atau nampak mempertahankan kemerdekaan bangsanya.
e.       Roman atau Novel Sosial
Roman atau novel sosial sering disebut novel masyarakat. Novel ini menceritakan suka-duka kehidupan tertentu dalam lapisan sosial tertentu.
f.       Roman atau Novel Deklamatif
Roman atau novel deklamatif yaitu merupakan cerita yang penuh rahasia dengan penyelidikan yang cukup mendebarkan serta penuh ketegangan bertahap.
g.      Roman atau Novel Anak
Roman atau novel anak merupakan cerita kehidupan anak-anak dengan segala dukanya. Novel ini ada diperuntukkan kepada orang tua sebagai bahan didikan anaknya, ada pula yang diciptakan dengan bahan bacaan anak-anak.
h.      Roman atau Novel Percintaan
Roman atau novel percintaan merupakan cerita yang disusun berdasarkan pokok peroalan cinta. Cerita cinta ini bisa berkembang dalam kehidupan remaja, dewasa, dan keluarga.

4)      Berdasarkan Pada Pola Umum yang Telah Amat Populer
a.       Roman atau Novel Populer
Novel populer atau sering disebut novel pop merupakan karya sastra yang dikategorikan sebagai sastra hiburan dan komersial. Novel ini merupakan lawan dari novel sastra atau novel serius sebagai sastra literer. Kategori hiburan dan komersial ini menyangkut oleh penciptaannya, sehingga kualitas sastra menjadi sedikit terabaikan. Tema yang diangkat biasanya persoalan yang biasa saja alias tema kebanyakan yang telah banyak diketahui oleh banyak orang.
b.      Roman atau Novel Serius
Roman atau novel serius disebut juga novel literer merupakan novel bermutu sastra. Disebut novel serius karena keseriusan dalam menjangkau masalah kehidupan manusia yang diungkapkan pengarangnya. Novel ini menyajikan persoalan-persoalan hidup manusia dengan daya tilik yang teliti dan serius, penuh perenungan hakiki manusia yang dalam. Oleh karena itu jenis novel ini biasanya langgeng dan bermanfaat bagi penyempurnaan kearifan hidup manusia, disamping pesona hiburan yang nikmat.



5)      Berdasarkan Unsur yang Menonjol
a.       Roman atau Novel Plot
Roman atau novel jenis ini menekankan pada susunan plot sebagai unsur yang paling  ditonjolkan. Dalam novel ini susunan peristiwa dirangkai dengan seksama sehingga mampu menarik perhatian pembacanya.
b.      Roman atau Novel Watak
Roman atau novel watak menekankan pada variasi dan penonjolan karakter para tokohnya. Yang menjadi perhatian pengarangnya adalah manusia-manusia yang berkarakter menonjol, sehingga dalam novel ini unsur lain seperti plot, setting, tema dan yang lainnya tidak begitu diperhatikan
c.       Roman atau Novel Tematis
Roman atau novel ini sangat mengutamakan ide atau gagasan-gagasan baru sebagai sumber tema. Biasanya pokok-pokok persoalan oleh orang lain tidak pernah terpikirkan mencuat ke permukaan cerita. Tema yang ada sangat unik sehingga mampu menyedot perhatian pembaca dibandingkan unsur lainnya.

2.5. Novel
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 968) novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.
Berbicara tentang novel tentu ada kaitannya dengan roman. Sebab, seringkali kita bingung dengan pertanyaan-pertanyaan dalam batin mengenai perbedaan antara novel dengan roman. Lalu apa perbedaan yang paling mendasar antara novel dengan roman? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, disini akan sedikit membahas mengenai perbedaan antara novel dengan roman.
Roman sering dikatakan sebagai karangan mengenai kehidupan manusia dengan pengalaman, sifat, adat istiadat, pengaruh ekonomi, politik, kehancuran, keberhasilan, serta pendangan hidup suatu masyarakat seluas-luasnya. Tokoh utama disimpulkan sebagai tokoh yang dimunculkan sejak kecil sampai dewasa bahkan sampai meninggal. Tokoh bawahannya banyak, sehingga memungkinkan terjadinya plot ganda. Kesemua itu diceritakan secara mendalam dan terperinci serta penuh dengan nasehat-nasehat yang langsung dilontarkan oleh para tokoh positifnya.
Novel sering dikatakan sebagai karangan yang menceritakan suatu peristiwa yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Dikatakan luar biasa sebab hanya memuat cerita berdasarkan konflik hidup yang sangat menonjol, sehingga menceritakan tokoh sejak kecil sampai dewasa dianggap tidak perlu. Konflik batin yang mendalam dari para tokoh menjadi sasaran utama cerita, hal itu menyebabkan plot erat, tunggal, dan menarik.
Dari penjelasan diatas nampaknya kita dapat menyimpulkan perbedaan antara novel dengan roman, namun saya rasa kita tidak perlu memperdebatkan perbedaan tersebut. Sebab, pada hakikatnya novel dengan roman adalah sama, hanya saja ada sedikit perbedaan dalam mengeksplorasi unsur intrinsik oleh pengarang dalam proses penciptaanya. Saya sangat sependapat dengan apa yang pernah diungkapkan oleh Sugiantomas (2013: 50) bahwa tidak perlu lagi ada batasan-batasan yang ketat antara istilah novel dengan roman. Batasan-batasan yang kaku malah akan menghambat proses terjadinya apresiasi dalam kehidupan kesusastraan. Orang sering terbelenggu oleh pendefinisian sehingga proses pertemuan dengan karya yang sesungguhnya tidak terjadi. Oleh sebab itu, ada baiknya kedua jenis cerita rekaan ini selanjutnya dianggap sama. Untuk menyebutnya sebaiknya mulai dipopulerkan dengan istilah novel saja.
Novel berasal dari bahasa latin ‘novellus’ yang diturunkan dari kata ‘novies’ yang berarti ‘baru’. Dikatakan baru sebab novel muncul belakangan dibandingkan dengan bentuk puisi dan drama. Yus Rusmana memunculkan pengertian novel sebagai cerita rekaan yang panjang dan mengisahkan peristiwa rasional. Novel merupakan prosa rekaan yang panjang, yang menyuguhkan tokoh-tokoh dan menampilkan serangkaian peritiwa dan latar secara tersusun Sujiman (dalam Sugiantomas, 2013: 50).
Novel dapat mengemukakan sesuatu secara bebas, menyajikan segala sesuatu secara lebih banyak, lebih rinci, lebih detail,  dan lebih banyak melibatkan berbagai permasalahan yang kompleks.

2.6. Unsur-unsur Novel
Unsur pada karya sastra jenis novel terdapat dua unsur, yakni unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik seperti halnya unsur yang terdapat pada puisi dan drama.
1)      Unsur Ekstrisik
Unsur ekstrinsik adalah unsur luar yang berkaitan dengan pengarang, unsur-unsur tersebut antara lain: agama, lingkungan, adat istiadat, psikologi, pendidikan, status ekonomi, dan lain-lain.
2)      Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik yaitu unsur dalam atau unsur yang membangun terciptanya sebuah novel. Unsur-unsur tersebut yaitu: tema, alur/plot, tokoh dan perwatakan, latar/setting, gaya, titik pengisahan, dan amanat.
a.      Tema
Menurut arti katanya tema berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Kata ini berasal dari bahasa Yunani tithenai yang berarti menempatkan atau meletakkan. Aristoteles yang dianggap sebagai salah seorang tokoh retorika jaman klasik, menegaskan bahwa untuk membuktikan sesuatu mula-mula harus ditentukan dan dibatasi topoi ‘tempat’ berlangsungya suatu pristiwa. Dalam batas-batas yang telah ditentukan tadi, penulis menentukan: manusia, interaksi, dan fakta-fakta lainnya yang menimbulkan atau bersangkutan dengan pristiwa tadi. Sebaliknya dalam retorika modern, setiap pengarang ketika akan menyampaikan sesuatu, mula-mula akan mencari topik yang akan dijadikan landasan untuk menyampaikan maksudnya mengenai topik tersebut.
Menurut Prof. Dr. Gorys Keraf (1994: 107) tema secara khusus dalam sebuah karangan dapat dilihat dari dua sudut; dari sudut karangan yang telah selesai dan dari sudut proses penyusunan sebuah karangan.
Dilihat dari sudut sebuah karangan yang telah selesai, tema adalah suatu amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Amanat utama ini dapat diketahui misalnya bila seseorang membaca sebuah roman atau karangan lainnya. Selesai membaca karangan tersebut, akan meresaplah ke dalam pikiran pembaca satu sari atau makna dari seluruh karangan itu. Secara singkat, tema adalah pokok persoalan, atau ide pokok yang tertuang dalam cerita.
Untuk menentukan tema sebuah karya fiksi, haruslah disimpulkan dari keseluruhan cerita seperti halnya yang diungkapkan oleh Gorys Kerap diatas, tidak hanya berdasarkan bagian-bagian tertentu cerita. Walaupun tema sangat  sulit ditentukan dengan pasti, bukanlah makna yang disembunyikan, walau belum tentu juga dilukiskan secara eksplisit. Tema sebagai makna pokok sebuah karya fiksi tidak (secara sengaja) disembunyikan karena justru hal inilah yang ditawarkan kepada pembaca. Namun, tema merupakan keseluruhan yang didukung cerita.
Sebagai sebuah makna, pada umumnya tema tidak dilukiskan, paling tidak pelukisan secara langsung atau khusus. Eksistensi dan atau kehadiran tema adalah terimplisit dan merasuki keseluruhan cerita, dan inilah yang menyebabkan kecilnya kemungkinan pelukisan secara langsung tersebut. Hal inilah yang menyebabkan tidak mudahnya penafsiran tema. (Nurgiantoro, 1994: 69).

b.      Alur/Plot
Persoalan tersebut lantas direnungkan dan diolah sedemikian rupa oleh pengarang hingga akhirnya dalam bentuk cerita rekaan. Dengan kemampuan imajinasinya pengarng mencoba menciptakan dunia baru, suasanan tertentu dan sebagainya. Dunia imajinasi tersebut lantas disusun berdasarkan urutan peristiwa.
Peristiwa-peristiwa yang tersusun menjadi cerita tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan terjalin dalam suatu susunan yang sambung menyambung berdasarkan hukum sebab akibat. Ini berarti setiap peristiwa yang tertuang akan mempunyai sebab mengapa terjadi peristiwa itu. Peristiwa itupun akan berakibat pula pada peristiwa berikutnya, begitu seterusnya berlanjut dari peristiwa pertama ke peristiwa lainnya, hingga kumpulan peristiwa itu menjadi cerita yang tersusun menjadi sebuah cerita dari awal hingga akhir yang bersambung berdasarkan hukum sebab akibat itulah kemudian disebut sebagai alur atau plot (Sugiantomas, 2013: 62).
S. Tasrif (dalam Sugiantomas, 2013: 63) menyatakan bahwa setiap cerita biasanya diciptakan dari lima bagian peristiwa. Urutan peristiwa-peristiwa tersebut sebagai berikut:
1. Pengarang mulai melukiskan suatu keadaan;
2. Peristiwa yang bersngkut paut mulai bergerak;
3. Keadaan mulai memuncak;
4. Peristiwa-peristiwa mencapai klimaks;
5. Pengarang memberikan pemecahan persoalan dari semua peristiwa.

Apabila pengarang menyusun cerita berdasarkan urutan peristiwa dari permulaan sampai akhir maka susunan tersebut dapat dikatakan sebagai alur konvensional atau tradisional, namun apabila peristiwa dari tengah atau dari akhir maka dikatakan alur sorot balik atau flash back.
Secara kualitatif, alur diklasifikasikan menjadi dua:
1.      Alur Erat
Alur erat yaitu alur yang terdapat hubungan yang kuat dari satu peristiwa ke peristiwa yang lainnya. Sehingga pembaca harus melewati peristiwa-peristiwa tersebut secara berurutan agar pembaca dapat memahami cerita secara utuh.
2.      Alur Longgar
Alur longgar yaitu alur yang terdapat hubungan yang longgar antara satu peristiwa satu kepada peristiwa lainnya. Sehingga pembaca dapat melewati beberapa peristiwa dan masih dapat memahami maksud atau keseluruhan cerita.

Secara kuantitatif, alur dikalsifikasikan menjadi dua:
1.    Alur Tunggal
Alur tunggal yaitu alur cerita yang hanya mempunyai satu susunan kejadian baik dalam cerita yang mempunyai alur konvensional atau pun sorot balik.
2.    Alur Ganda
Alur ganda yaitu alur cerita yang mempunyai lebih dari satu peristiwa. Hal ini disebabkan karena berkembangnya cerita karena suatu cerita dianggap penting dan menarik.

c.       Tokoh dan Perwatakan
Manusia yang ada dalam cerita rekaan tersebut disebut sebagai tokoh, yaitu individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan dalam berbagai peristiwa Panuti Sudiman (dalam Sugiantomas, 2013: 65). Semua tokoh dalam cerkan adalah tokoh rekaan, artinya tidak ada dalam dunia nyata. Bisa jadi akan ada kemiripan sifat-sifat yang sama dengan seseorang dalam hidup nyata, tetapi hal itu dimaksudkan agar tokoh tersebut dapat diterima dan dikenal pembacanya. Lebih lanjut Jones (dalam Nurgiantoro, 2010: 165), penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita.
Menurut Stanton (dalam Nurgiantoro 2010: 165) penggunaan istilah “karakter” (character) sendiri dalam berbagai literatur bahasa Inggris menyaran pada dua pengertian yang berbeda, yaitu sebagai tokoh-tokoh cerita yang ditampilkan, dan sebagai sikap, ketertarikan, keinginan, emosi dan prinsif moral yang dimiliki tokoh-tokoh tersebut. Dengan demikian character dapat berarti ‘pelaku cerita’ dan dapat pula berarti ‘perwatakan’. Antara seorang tokoh dengan perwatakan yang dimilikinya memang merupakan suatu kepaduan yang utuh. Adapun beberapa jenis tokoh yang mungkin terdapat dalam sebuah cerkan yaitu tokoh sentral dan tokoh bawahan;


1.    Tokoh Sentral
Tokoh sentral adalah tokoh yang hampir dalam keseluruhan cerita menjelajahi persoalan. Mereka menjadi manusia yang konfliknya menonjol, tokoh sentral ini terbagi pada tokoh utama atau protagonis dan tokoh penentang utama atau antagonis.
a.       Tokoh Utama atau Protagonis.
Adalah tokoh yang memegang peran yang menjadi pusat cerita, tempat bertumpunya plot, dan tema cerita.
b.      Tokoh Penentang atau Antagonis
Adalah tokoh yang menjadi lawan tokoh utama. Sebagai penentang kehadiran tokoh ini akan menjelaskan konflik yang ada pada tokoh utama.
2.    Tokoh bawahan
Tokoh bawahan adalah tokoh yang tidak sentral dan kedudukannya dalam cerita, tetapi kehadirannya dangat diperlukan untuk menunjang atau mendukung tokoh utama. Ada tiga cara pengarang dalam melukiskan watak tokoh;
a.       Cara Langsung atau Analitik
Dengan cara langsung pengarang tanpa rasa ragu menggambarkan watak tokohnya kepada pembaca.
b.      Cara tak Langsung atau Dramatik
Dengan cara tak langsung pengarang menggambarkan lewat fisik tokoh, dengan menggambarkan tempat atau lingkungannya, dengan menggambarkan perbuatan dan tingkah lakunya, dengan menggambarkan pikiran-pikiran tokoh, dan dengan menggambarkan melalui dialog tokoh.
c.       Cara Langsung dan tak Langsung
Dengan cara ini pengarang ingin menjelaskan watak tokhnya sejelas-jelasnya, sehingga pengarang menggambarkan tokoh dengan menggunakan kedua cara secara sekaligus.

d.      Latar atau Setting
Latar atau setting adalah segala keterangan mengenai waktu, tempat, suasana dan lingkungan sosial yang terdapat dalam cerita. Latar berguna untuk memperkuat tema, plot, watak tokoh dan membangun suasana cerita. Dengan begitu akan memeberikan kemudahan bagi pembaca dalam memahami cerita.
Latar tempat adalah gambaran ‘dimana’ seluruh cerita dalam cerita itu terjadi. Latar waktu adalah gambaran ‘kapan’ peristiwa dalam cerita itu terjadi. Latar suasana adalah gambaran bagaimana suasana seluruh peristiwa dalam cerita itu terjadi. Latar sosial adalah gamabaran lingkungan sosial apa saja yang ada dalam cerita

e.       Gaya
Gaya yang dimaksudkan yaitu gaya pengarang dalam membawakan ceritanya. Gaya ini berupa cara-cara khas dari pengarang dalam menyusun bahasa, menggambarkan tema, menyusun plot, menggambarkan karakter dan watak, menentukan setting dan memberikan amanat. Cara-cara khas antara pengarang satu dengan yang lain akan berbeda.
Gaya pun memiliki kaitan dengan gaya bahasa yang  pakai dalam membawakan ceritanya ketika pengarang menyuguhkan alur ataupun tokoh dan unsur-unsur lain yang termuat dalam ceritanya.

f.        Titik Pengisahan atau Juru Cerita
Titik pengisahan disebut juga sudut pandang atau point of view adalah kedudukan pengarang dalam bercerita. Lebih lanjut Gorys Keraf (1994: 86) menjelaskan bahwa sudut pandang adalah tempat darimana seorang pengarang melihat sesuatu. Sudut pandang tidak diartikan sebagai penglihatan atas sesuatu barang dari atas atau dari bawah, tetapi bagaimana kita melihat barang itu dengan mengambil suatu posisi tertentu.
Secara garis besar titik pengisahan atau juru cerita terdiri dari titik pengisahan pengarang sebagai pengamat dan titik pengisahan pengarang sebagai tokoh.
1.    Titik Pengisahan Sebagai Pengamat
Titik pengisahan sebagai pengamat biasanya ber “Ia” kepada tokoh-tokoh yang ada dalam cerita, atau menyebut nama tokoh masing-masing. Titik pengisahan pengarang sebagai pengamat ini dibagi menjadi tiga:
a.       Titik Pengisahan Maha Tahu
Pengarang mampu menceritakan segala hal yang terdapat dalam cerita, baik tingkah laku, apa yang dikerjakan, bahkan perasaan yang ada dalam diri tokoh ciptaannya.
b.      Titik Pengisahan Objektif
Pengarang mampu menceritakan sesuatu yang nampak saja, artinya tidak sampai kepada hal yang abstrak seperti suasana hati tokohnya.
c.       Titik Pengisahan Sebagai Peninjau
Pengarang memilih salah satu tokoh dan menjelaskan secara detail tentang tindakannya dan perasaanya.

2.    Titik Pengisahan Sebagai Tokoh
Titik pengisahan sebagai tokoh pengarang menempatkan dirinya sebagai “aku” dalam rekaan yang dibuatnya. Seolah-olah dia berada langsung dalam cerita dan mengalami seluruh peristiwa yang ada. Pengarang bisa bertindak sebagai tokoh protagonis atau tokoh bawahan. Titik pengisahan sebagai tokoh dibagi menjadi dua:
a.       Titik Pengisahan Sebagai Tokoh Protagonis
Pengarang bertindak sebagai tokoh autama atau protagonis. Dia ber ‘aku’ dan menceritakan dirinya sendiri
b.       Titik Pengisahan Tokoh Bawahan
Pengarang bertindak sebagai tokoh bawahan. Dia ber ‘aku’, dan menceritakan tokoh lain, yaitu tokoh protagonis.

g.      Amanat
Amanat yaitu pesan yang hendak disampaikan pengarang kepada pembaca. Amanat dalam cerkan dapat dilihat dari keseluruhan cerita artinya ada dalam cara-cara pengarang melontarkan konflik bagi tokoh-tokohnya, mengembangkannya dan menyelasaikannya. Dari sana pembaca dapat mengetahui bagaimana sikap hidup pengarang dalam menjalani hidup ini.
Amanat dapat pula dilihat dari kalimat-kalimat yang langsung oleh pengarang baik berupa narasi, deskripsi, atau dialog tokoh. Amanat semacam ini biasanya selalu berkaitan dengan tema yang tersebar didalam setiap peristiwa.
Berbobot atau tidaknya amanat yang ada dalam cerita tergantung pada mutu cerita, artinya sangat terikat pada proses pencarian ide, perenungan yang dalam tentang hidup, tanggapan-tanggapan terhadap persoalan manusia, sikap emosional, dan intelektual dalam melihat lingkungan dan sebagainya.







BAB III
ANALISIS UNSUR INTRINSIK NOVEL
(Cinta di Atas Awan Karya Glenn Alexei)

3.1. Sekilas Tentang Pengarang
Glenn Alexei, mengaku mulai menulis cerita pendek dan puisi sejak berusia 14 tahun. Pria yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri ini memiliki hobi traveling, dengan begitu ia akan mendapatkan pengalaman baru dan inspirasi untuk menulis novel. Cinta di Atas Awan adalah novel pertama dari pria yang menyukai musik klasik ini.
(Sumber, dikutip dari coper novel tentang profil penulis).

3.2. Sinopsis Novel Cinta di Atas Awan Karya Glenn Alexei
Karina adalah seorang pramugari yang bekerja disebuah perusahaan maskapai penerbangan nomor satu Singapura dan Jimmy adalah seorang staf IT sebuah perusahaan otomotif Jepang yang ada di Indonesia. Hubungan mereka diawali ketika Jimmy dipindah tugaskan oleh branch managernya ke Chiang Mai selama satu tahun bahkan bisa lebih lama jika kontraknya diperpanjang. Dalam perjalanan tersebut Jimmy sebagai salah satu penumpang pesawat bertemu dengan Karina yang ketika itu merupakan hari pertama Karina bekerja setelah lulus melewati berbagai tes.
Ketika dalam perjalanan Jimmy merasa badannya kurang sehat. Sehingga ketika terlihat oleh Karina wajahnya pucat, Karina menanyakan kondisi Jimmy untuk memastikan kalau penumpangnya tersebut dalam keadaan baik-baik saja. Jimmy terpesona melihat kecantikan Karina sesaat setelah karina menyapanya. Jimmy tahu bahwa kebanyakan pramugari memang cantik dan menarik, namun pramugari yang ada dihadapannya adalah pramugari tercantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Setelah pesawat mendarat, Karina menghawatirkan kondisi Jimmy sehingga terpaksa ia mengantarkannya ke toko obat disekitar bandara. Setelah mengantarkan Jimmy, Karina lekas kembali dan keduanya berpisah begitu saja.
Suatu ketika Karina dan Jimmy bertemu kembali. Pada saat itu Jimmy hendak menghadiri rapat di Bangkok, ketika Jimmy sedang sedang duduk di ruang tunggu Jimmy  melihat Karina lalu menyapanya. Kemudian Jimmy meminta nomor ponsel Karina, sejak saat itulah hubungan mereka mulai terjalin sampai mereka pacaran.
Bagi Karina, Jimmy adalah seorang pacar yang baik hati, romantis dan penuh perhatian, sehingga Karina semakin menyayangi Jimmy. Namun ketika Karina jatuh sakit, yang membuatnya harus keluar dari pekerjaannya dan harus dirawat di pusat rehabilitasi di Bandung. Jimmy tidak pernah memberi kabar, bahkan Jimmy tidak pernah menemui Karina pada saat dirawat berbulan-bulan di Bandung sampai Karina keluar dari pusat rehabilitasi tersebut.
Setelah keluar dari pusat rehabilitasi dan dinyatakan sehat total, Karina mendatangi rumah Jimmy di Surabaya ditemani oleh Alvin. Ketika mengetuk pintu  rumah Jimmy, yang membukakan pintu adalah seorang perempuan cantik. Lalu disusul oleh Jimmy, ketika melihat Karina dengan spontan Jimmy bertanya dengan nada tinggi. “Siapa kau?” pertanyaan Jimmy seolah tak pernah mengenal Karina sebelumnya, hingga terjadi pertengkaran.
Akhirnya semuanya terungkap, ternyata perempuan cantik yang membukakan pintu tadi adalah istri Jimmy. Jimmy mengusir Karina dan Alvin untuk segera pergi meninggalkan rumahnya. Karina merasa sangat terpukul atas peristiwa ini. Karina tidak menyangka, Jimmy yang ia anggap sebagai seorang pacar yang romantis dan penuh perhatian tega menghianati cintanya.

3.3. Tema
Tema dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei adalah tentang pengkhianatan seorang pria terhadap kekasihnya.
Sebab, dalam novel ini diceritakan tentang kisah cinta antara Karina dan Jimmy. Karina adalah seorang pramugari yang bekerja disebuah perusahaan maskapai penerbangan nomor satu Singapura dan Jimmy adalah seorang staf IT sebuah perusahaan otomotif Jepang yang ada di Indonesia.
Bagi Karina, Jimmy adalah seorang pacar yang baik hati, romantis dan penuh perhatian, sehingga Karina semakin menyayangi Jimmy. Namun ketika Karina jatuh sakit, yang membuatnya harus keluar dari pekerjaannya dan harus dirawat di pusat rehabilitasi di Bandung. Jimmy tidak pernah memberi kabar, bahkan Jimmy tidak pernah menemui Karina pada saat dirawat berbulan-bulan di Bandung sampai Karina keluar dari pusat rehabilitasi tersebut.
Setelah keluar dari pusat rehabilitasi dan dinyatakan sehat total, Karina mendatangi rumah Jimmy di Surabaya ditemani oleh Alvin (orang yang diam-diam menyukai Karina). Ketika mengetuk pintu  rumah Jimmy, yang membukakan pintu adalah seorang perempuan cantik. Lalu disusul oleh Jimmy, ketika melihat Karina dengan spontan Jimmy bertanya dengan nada tinggi. “Siapa kau?” pertanyaan Jimmy seolah tak pernah mengenal Karina sebelumnya, hingga terjadi pertengkaran.
Akhirnya semuanya terungkap, ternyata perempuan cantik yang membukakan pintu tadi adalah istri Jimmy. Jimmy mengusir Karina dan Alvin untuk segera pergi meninggalkan rumahnya. Karina merasa sangat terpukul atas peristiwa ini. Karina tidak menyangka, Jimmy yang ia anggap sebagai seorang pacar yang romantis dan penuh perhatian tega menghianati cintanya.
Berikut bukti kutipan yang mendukung penjelasan mengenai tema:
1)      . . . . . . Terlalu sulit bagi Karina untuk mempercayai bahwa Jimmy sudah menikah! Ia betul-betul merasa ditipu oleh Jimmy! Jadi inikah alasan mengapa Jimmy tak menemuinya di Bandung? (Glenn Alexei, 2011: 256)
2)      . . . . . . . “Mengapa kau berbohong? Mengapa kau ingkari janjimu sendiri? Tak sadarkah kau, Karina menunggumu seperti orang gila. Setiap hari!” (Glenn Alexei, 2011: 257)
3)      “Bukankah kau pernah bilang pada Karina bahwa kau adalah man of your words? Tapi bagaimana kenyataannya sekarang? Kau menghianati Karina! Kau tak ada bedanya dengan seorang penipu!” (Glenn Alexei, 2011: 260)
4)      . . . . . . . bahkan sampai sekarang, Jimmy yang sangat dicintainya pun tega menghianati cintanya. (Glenn Alexei, 2011: 263).

3.4. Alur/Plot
3.2.2.1 Susunan Alur
Susunan alur/plot dalam Novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei adalah sebagai berikut:
1)       Pengarang mulai melukiskan keadaan
Karina adalah anak yatim piatu yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya serta kakaknya dalam sebuah kecelakaan maut ketika ia masih kecil. Setelah Karina ditinggal mati oleh kedua orang tua serta kakaknya karina diurus oleh paman dan bibinya. Menjadi seorang pramugari adalah cita-cita Karina dari dulu, ketika ia telah menjadi pramugari disalah satu perusahaan penerbangan Interasional di Singapura, Karina begitu senang dan selalu bersemangat dalam menjalankan tugasnya.
Setelah Karina menjadi seorang pramugari, ia tinggal di Singapura bersama Sandra temannya sesama pramugari disebuah apartemen. Dari kecil hingga dewasa Karina begitu menyukai langit dan langit jugalah yang telah mempertemukan Karina dengan seorang pemuda tampan bernama Jimmy, salah seorang penumpang pesawat ketika Karina bertugas.

2)      Peristiwa yang bersangkutan paut mulai bergerak
Jimmy adalah seorang staf IT sebuah perusahaan otomotif Jepang yang ada di Indonesia. Pada waktu itu, Karina ingin menolong Jimmy yang sedang sakit. Setelah Karina menolong Jimmy keduanya berpisah begitu saja, akan tetapi takdir mempertemukan keduanya kembali. Pada pertemuan pertama, Jimmy sudah mulai mempunyai perasaan terhadap Karina, begitupun sebaliknya Karina. Akan tetapi keduanya tidak menghiraukan perasaan tersebut. Pada saat pertemuan yang kedua kalinya yang tanpa direncanakan Jimmy tidak menyia-nyiakan kesempatan, Jimmy meminta nomor HP Karina agar tetap bisa berkomunikasi meskipun tidak secara langsung.
Setelah beberapa lama berhubungan lewat telepon dan SMS keduanya jadi sering bertemu. Suatu hari Jimmy mencoba mengungkapkan perasaan cintanya terhadap Karina, tanpa basa basi Karina langsung menerima cintanya Jimmy karena memang dari awal bertemu pun sebenarnya Karina mempunyai perasaan yang sama terhadap Jimmy meskipun tak sebesar ketika sudah mengenal Jimmy. Maka sejak saat itu resmilah hubungan mereka.
Karina sangat mencintai Jimmy karena Jimmy begitu perhatian terhadapnya, tidak seperti mantan pacar karina dulu yang selalu cuek hingga mengakibatkan karina merasa tidak nyaman dan memilih putus. Awalnya hubungan Karina dengan Jimmy berjalan begitu mulus, ibarat air yang mengalir dari hulu ke hilir. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, hubungan mereka mulai diterjang berbagai permasalahan, sampai suatu ketika Karina jatuh sakit.

3)      Keadaan mulai memuncak
Baru beberapa bulan menjalani hubungan dengan Jimmy, Karina jatuh sakit. Awalnya nyeri punggung biasa, tetapi lama kelamaan rasa nyeri dipunggungnya semakin sering terasa. Akhirnya Karina memutuskan untuk memeriksakan kondisinya ke dokter. Karina begitu shock saat mendengar penjelasan dokter bahwa tulangnya bergeser sehingga rahimnya semakin menyempit, solusi yang ditawarkan dokter yaitu Karina harus menjalani operasi dengan biaya sekitar dua ratus juta.
Sadar bahwa tidak mungikin dirinya menjalani operasi secepatnya karena biaya yang harus dikeluarkan begitu besar, sehingga Karina hanya mengkonsumsi obat pereda nyeri dari rumah sakit sebagai obat alternatif. Saat Karina menceritakan kepada Jimmy, jimmy senmakin perhatian terhadap Karina, tetapi karena jarak antara keduanya sangat jauh Jimmy yang bekerja di Tokyo sementara Karina di Singapura sehingga membuat mereka jarang bertemu hanya mengandalkan jadwal kerja Karina jika kebetulan terbang ke Tokyountuk bisa bertemu. Walaupun jarang bertemu Jimmy, Karina tidak pernah merasa kesepian karena di Singapura ada Alvin kakak tingkatnya ketika kuliah dulu yang selalu menemani Karina bahkan mendengarkan curhat Karina.
Semakin lama rasa nyeri yang dirasakan Karina semakin sering sehingga membuatnya sering mengkonsumsi obat pereda nyeri dari dokter. Tapi sayang stoknya di rumah sakit habis, kemudian Karina membeli obat di apotek atas rekomendasi dari dokter namun sayang obat tersebut memang langka tidak semua menjual obat tersebut sehingga Karina sulit untuk mendapatkannya. Suatu hari ketika Karina sedang menanyakan obat pereda nyeri disebuah apotek Karina bertemu denan seorang perempuan bernama Tina, ia menawarkan obat pereda nyeri yang disebutnya Lady M dengan harga terjangkau. Bahkan Tina menggratiskan obat tersebut dengan alasan promo kepada pelanggan baru. Awalnya karina ragu untuk membeli Lady M untuk mengkonsumsi, namun karena obat alternatif rekomendasi dari dokter sangat sulit untuk mendapatkannya sehingga karina membeli obat tersebut. Setelah ia mengkonsumsi Lady M, rasa nyerinya cepat hlang dan tidak terlalu sering terasa. Tetapi sayangnya Karina tidak menyadari kalau obat yang dikonsumsinya ternyata obat terlarang (Narkotika).  Karina baru tau kalau obat tersebut adalah obat terlarang setelah dikasih tau oleh Yani adik sepupu Karina yang berstatus sebagai mahasiswa jurusan farmasi, namun semua itu sudah terlambat sebab Karina sudah menjadi pecandu narkotika. Kemudian perusahaannya memecat Karina karena mengetahui hal tersebut.
Setelah Karina dipecat dari pekerjaannya, Karina dibawa ke pusat rehabilitasi pencandu narkoba di Bandung oleh paman dan bibinya yang kebetulan sedang berlibur ke Singapura. Selama masa rehabilitasi, Alvin selalu menjenguk Karina minimal sebulan sekali bahkan setiap hari Alvin selalu menelepon pihak rehabilitasi untuk memantau perkembangan Karina. Sementara Jimmy selaku pacar Karina tidak pernah menjenguk Karina, seolah sudah tidak peduli lagi terhadap pacarnya. Sampai akhirnya Karina sembuh pun Jimmy tidak pernah menghubungi Karina.



4)      Pristiwa mulai klimaks
Seterlah Karina dinyatakan terbebas dari narkotika dan diperbolehkan keluar dari pusat rehabilitasi, Karina ingin sekali menemui Jimmy. Suatu hari Karina mendatangi rumah Jimmy di Surabaya ditemani oleh Alvin. Ketika mengetuk pintu  rumah Jimmy, yang membukakan pintu adalah seorang perempuan cantik. Lalu disusul oleh Jimmy. Ketika melihat Karina dengan spontan Jimmy bertanya dengan nada tinggi. “Siapa kau?” pertanyaan Jimmy seolah tak pernah mengenal Karina sebelumnya, hingga terjadilah pertengkaran antara Jimmy dan Alvin sementara Karina shock lalu menangis ketika melihat sikap Jimmy yang kasar dengan kata-kata yang mengiris perasaannya.
Ternyata perempuan cantik yang membukakan pintu tadi adalah istri Jimmy. Awalnya istri Jimmy tidak percaya kalau Karina adalah kekasih Jimmy, bahkan dia marah ketika Jimmy disebut-sebut sebagai penipu. Namun setelah Alvin memperlihatkan bukti berupa foto mesra Jimmy dan Karina di Tokyo, Istri jimmy pun percaya kalau Jimmy memang pacar Karina. Kemudian Jimmy mengusir Karina dan Alvin untuk segera pergi meninggalkan rumahnya. Karina merasa sangat terpukul atas peristiwa ini. Karina tidak menyangka, Jimmy yang ia anggap sebagai seorang pacar yang romantis dan penuh perhatian tega menghianati cintanya. Sesaat kemudian Karina dan Alvin bergegas meninggalkan rumah Jimmy dengan membawa luka yang amat dalam.

5)       Pengarang memberikan pemecahan masalah
Setelah Karina dan Alvin pergi meninggalkan rumah Jimmy, Karina dan Alvin memilih menginap beberapa hari disebuah hotel yang berada di kota Surabaya. Melihat Karina yang sedang tidur di kamar hotel, Alvin merasa sangat iba terhadap peristiwa yang dialami oleh Karina. Alvin berbicara dalam hati, selama ini Karina banyak ditimpa masalah serius dalam kehidupannya. Bermula dari tragedi guci yang mengakibatkan gangguan pada tulang punggungnya, keterlibatan Tina dalam kasus Narkotika yang mengakibatkan Karina harus menjalani terapi dan rehabilitasi, bahkan sampai sekarang, Jimmy orang yang sangat Karina cintai tega menghianati cintanya.
Setelah menginap tiga hari di hotel, kemudian Alvin mengajak Karina ke Surabaya untuk menjalani operasi tulang punggung Karina. Karina sangat terharu mendengar ajakkan Alvin, karina merasa dirinya banyak merepotkan Alvin. Sesaat setelah pesawat lepas landas, Alvin mencoba memejamkan matanya agar bisa tertidur dalam perjalanan. Karina yang duduk disebelahnya diam-dim memperhatikan Alvin yang sedang tertidur. Selama ini Alvin banyak berkorban untuk Karina, Alvin juga sangat perhatian terhadap Karina. Karina berjanji dalam hati untuk melupakan jimmy dan akan membuka hatinya untuk laki-laki lain, kemudian Karina menyandarkan kepalanya di pundak Alvin.
Setelah menjalani operasi tulang di Surabaya, Karina dinyatakan sembuh total ia tidak pernah merasakan nyeri seperti dulu lagi. Kemudian Karina memutuskan untuk pulang ke Jakarta dan berencana membuka sebuah butik di sana. Ketika diperjalanan pulang menuju Jakarta, ada seorang pramugari menawarkan minum kepada Karina tetapi Karina menolak tanpa memandang wajah pramugari tersebut sebab matanya sedang fokus membaca sebuah majalah fashion. Sesaat kemudian Karina merasa tidak asing dengan suara yang baru ia dengar, lalu karina menatap wajah pramugari tersebut dan betapa terkejutnya ternyata dia adalah Sandra teman dekat Karina ketika karina bekerja sebagai pramugari.
Tak lama kemudian, Sandra memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah kepada Karina. Karina penasaran dengan kotak kecil itu, dengan ragu Karina membukanya dan ternyata isinya adalah cincin permata yang sangat indah. Tak lama kemudian Alvin menghampiri Sandra yang sedang berhadapan dengan Karina sambil berkata, “ya, cincin itu untukmu Karina”. Tanpa menunggu persetujuan Karina, Alvin mengambil cincin itu dan memakaikannya ke jari manis Karina. Kemudian Alvin mengungkapkan perasaan cintanya yang selama ini terpendam, lalu senyuman manis tersungging di bibir Karina. Karina menjawab “ya, aku juga mencintaimu” sambil malu-malu. Lalu Alvin memeluk tubuh Karina dan mencium kening Karina dengan sangat lembut.
Jadi, berdasarkan uraian di atas, susunan alur/plot novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei dapat dikatakan sebagai plot konvensional. Sebab peristiwanya berurutasn secara sistematis dari mulai pengarang mulai melukiskan keadaan sampai pengarang memberikan pemecahan masalah.

3.2.2.2 Ketegangan
Ketegangan atau suspence yang nampak dalam peristiwa-peristiwa cerita novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei.
1)      Ketegangan tersebut muncul ketika Karina betemu dengan Alvin kakak tingkatnya ketika kuliah disebuah kafe terkenal di Singapura. Ketegangan itu muncul pada saat Karina berpamitan pada Alvin, saat Karina hendak berdiri dari tempat duduknya, tiba-tiba ia merasakan nyeri yang amat hebat di punggungnya hingga akhirnya Karina tak sadarkan diri dan dibawa ke Mount Elizabeth Hospital oleh Alvin;
2)      Ketegangan selanjutnya muncul ketika Karina mulai menceritakan kisah keluarganya kepada Jimmy, Karina menceritakan bahwa dia adalah seorang anak yatim piatu sebab kedua orang tua serta kakaknya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan tragis yang merenggut nyawa;
3)      Ketegangan selanjutnya ketika Karina memeriksakan sakit di punggungnya yang semakin sering kambuh di National University Hospital Singapura. Setelah Karina menyerahkan foto hasil rontegen kepada Profesor Li, kemudian dokter tersebut menjelaskan menyakit yang diderita Karina sehingga Karina disarankan untuk segera dioperasi dengan biaya dua ratus juta;
4)      Ketegangan selanjutnya ketika sakit di punggung Karina kambuh sementara obat pereda nyeri dari Profrsor Li stok di rumah sakit sudah habis, terpaksa Karina mencoba membeli ke apotek namun sayang obat tersebut sangat langka. Kemudian ada seorang perempuan bernama Tina menawarkan obat pereda nyeri yang lebih ampuh kepada Karina, obat tersebut ia beri nama Lady M. Tina memberikan obat tersebut kepada Karina secara gratis dengan alasan promosi. Obat tersebut dikemas dalam botol kecil yang isinya berupa cairan encer berwarna merah, cara pemakaiannya dengan menggunakan jarum suntik. Selain itu ada juga yang bentuknya tablet. Meskipun sempat merasa curiga, namun pada akhirnya Lady M dikonsumsi oleh Karina;
5)      Ketegangan selanjutnya ketika Karina menceritakan keadaan keluarganya kepada Alvin sekaligus menceritakan mengenai kendala Karina untuk melakukan operasi di punggungnya. Karina bermaksud meminjam uang kepada Alvin untuk biaya operasi, sebab Alvin merupakan anak orang kaya. Sebagai gantinya, Karina rela bekerja di perusahaan milik Alvin tanpa digaji dan tentunya Karina akan melepas karirnya sebagai seorang pramugari;
6)      Ketegangan selanjutnya ketika keluarga paman Karina berlibur ke Singapura, ketegangan muncul pada saat Karina mengajak makan keluarga pamannya di sebuah restoran yang menyediakan makanan khas Asia. Setelah makan Karina mengeluarkan Lady M dan menaruhnya di atas meja untuk diminum. Salah satu anak paman Karina yang bernama Yani langsung mengintrogasi Karina ketika melihat Lady M, lalu ia mengatakan bahwa obat tersebut merupakan obat terlarang atau morfin. Yani merupakan seorang mahasiswa jurusan farmasi, tentu ia tau berbagai jenis obat. Namun Karina tidak terima ketika Yani mengatakan Lady M adalah obat terlarang, Karina merasa dituduh oleh Yani sebagai pecandu Narkotika. Semua mata tertuju pada Karina dan Yani yang sedang adu mulut, sehingga suasana menjadi sangat tegang;
7)      Ketegangan selanjutnya ketika Jimmy membaca deadline disebuah surat kabar yang isinya tentang pemecatan seorang pramugari berinisial KS di sebuah maskapai penerbangan nasional Singapura, Jimmy langsung terkejut ketika membaca inisial tersebut sebab KS merupakan inisial dari Karina Setiawati. Namun dalam artikel tersebut tidak mencantumkan secara jelas nama maskapai penerbangan yang dimaksud;
8)      Selanjtnya adalah ketegangan yang paling terasa ketika Karina mendatangi rumah Jimmy di Surabaya, saat mengetuk pintu rumah Jimmy dan yang membukakan pintu adalah seorang perempuan berwajah cantik lalu disusul Jimmy. Awalnya Karina sangat senang sebab orang yang selama ini ia rindukan bisa bertemu kembali, namun ketika Karina mendekati Jimmy bukannya mendekat pada Karina, jimmy malah mundur selangkah menjauhinya. Sikap yang ditunjukkan oleh Jimmy menggambarkan kalau ia tak mengenal Karina, melihat hal itu Alvin langsung emosi hingga suasana menjadi sangat tegang.

3.2.2.3 Padahan
Padahan yang nampak dalam peristiwa-peristiwa cerita novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei.
1.      Padahan yang muncul dalam benak saya pada saat Jimmy mengungkapkan perasaan cintanya terhadap Karina, awalnya saya pikir Jimmy tidak akan secepat itu mengungkapkan perasaannya terhadap Karina tapi ternyata tidak. Jimmy mengungkapkan perasaaan cintanya terhadap Karina meski baru kenal beberapa minggu. Selang beberapa hari kemudian Karina pun menerima cintanya Jimmy. Padahan saya pun salah lagi, sebab saya pikir Karina tidak akan secepat itu menerima cinta seorang laki-laki yang baru ia kenal, namun kenyataannya Karina menerima Jimmy sebagai kekasihnya;
2.      Padahan selanjutnya yang muncul dibenak saya ketika Karina diajak oleh Alvin untuk menghadiri pesta temannya, awalnya saya pikir Karina akan menolak ajakan Alvin sebab Karina sudah resmi menjadi pacar Jimmy namun padahan saya salah sebab pada kenyataanya Karina mau menerima ajakan Jimmy;
3.      Padahan selanjutnya yang muncul ketika Karina akan meminjam uang kepada Alvin senilai dua ratus juta, awalnya saya kira Alvin tidak akan memberi pinjam mengingat Karina hanya sebatas teman dekat dan statusnya sudah menjadi kekasih Jimmy. Namun padahan saya salah sebab pada peristiwa selanjutnya ternyata Alvin bersedia meminjamkan uang tersebut kepada Karina;
4.      Padahan selanjutnya yang muncul ketika Jimmy mengajak Karina pulang ke Indonesia untuk merayakan libuan natal bersama keluarga Jimmy di Surabaya, sekaligus Jimmy akan mengenalkan Karina kepada ibunya. Awalnya saya pikir Karina akan menerima ajakan Jimmy mengingat Karina juga mendapat jatah libur. Namun padahan saya salah, sebab Karina menolak ajakan Jimmy dan ia lebih memilih masuk kerja agar mendapat bonus intensif sebesar tiga kali lipat dari gaji yang ia terima setiap bulannya;
5.      Padahan selanjutnya yang muncul di benak saya ketika Karina akan dibawa ke pusat rehabilitasi pecandu Narkotika di Bandung, awalnya saya pikir Jimmy akan ikut mengantar Karina bersama paman dan bibi Karina sebab Jimmy merupakan pacar Karina. Namun padahan saya salah, karena pada kenyataanya Jimmy hanya mengantar sampai bandara dan ia lebih memilih menemui orang tuanya dulu di Surabaya dibanding mengantar Karina ke Bandung.
6.      Padahan selanjutnya yang muncul dibenak saya ketika Jimmy berjanji pada Karina akan menengoknya ketika ia sudah berada di pusat rehabilitasi, awalnya saya pikir Jimmy akan datang menengok Karina. Namun padahan saya salah, sebab pada peristiwa selanjutnya diceritakan Jimmy tak kunjung datang menemui Karina sampai Karina dinyatakan sembuh. Malah sebaliknya, yang sering menengok Karina dan selalu memberikan perhatian adalah Alvin;
7.      Padahan selanjutnya yang mucul di benak saya ketika Jimmy tidak pernah menengok Karina selama proses penyembuhan di pusat rehabilitasi, awalnya saya pikir Karina akan melupakan Jimmy. Namun padahan saya salah, sebab pada peristiwa selanjutnya diceritakan kalau Karina masih tetap mencintai Jimmy bahkan setelah ia keluar dari pusat rehabilitasi Karina malah ingin menemui Jimmy di Surabaya;
8.      Padahan selanjutnya yang muncul dibenak saya ketika Karina datang menemui Jimmy di Surabaya, awalnya saya pikir Karina akan disambut hangat oleh Jimmy dengan perasaan haru. Namun lagi-lagi padahan saya salah, sebab pada kenyataanya Jimmy malah bersikap kasar terhadap Karina dan bicaranya menunjukkan seperti orang yang tidak pernah mengenal Karina.

3.2.2.4 Ganbaran susunan Alur/Plot secara kualitatif
Secara kualitatif susunan alur/plot novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei adalah alur atau plot erat. Sebab, meskipun novel Cinta di Atas Awan tergolong jenis novel pop tetapi hubungan antara satu peristiwa ke peristiwa lain mempunyai hubungan yang sangat erat, sehingga pembaca harus membaca halaman perhalaman untuk bisa mendapatkan cerita yang utuh dari novel tersebut. Apabila pembaca membuang atau melompati salah satu peristiwa dalam novel tersebut maka pembaca akan merasa bingung ketika membaca peristiwa selanjutnya sebab cerita yang didapat tidak utuh dan tentunya pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca tidak akan tersampaikan dengan baik.

3.2.2.5 Gambaran susunan Alur/Plot secara kuantitatif
Secara kualitatif susunan alur/plot novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei adalah alur atau plot tunggal. Sebab, cerita dalam novel Cinta di Atas Awan peristiwanya tersusun secara konvensional. Dari mulai pengarang mulai melukiskan keadaan, peristiwa yang bersangkutan paut mulai bergerak, keadaan mulai memuncak, pristiwa mulai klimaks, sampai pengarang memberikan pemecahan masalah. Peristiwa-peristiwa tersebut disusun secara utuh dan padu.

3.5. Tokoh dan Perwatakan
3.2.3.1 Tokoh-tokoh cerita yang mendukung terjadinya cerita novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yaitu:
1)      Karina sebagai tokoh utama karena memegang peran yang menjadi pusat cerita;
2)      Jimmy sebagai tokoh utama karena memegang peran yang menjadi pusat cerita;
3)      Alvin sebagai tokoh utama karena intensitas keterlibatannya sangat tinggi dalam peristiwa-peristiwa yang membangun cerita;
4)      Sandra sebagai tokoh bawahan karena kedudukannya dalam cerita tidak terlalu sentral, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama;
5)      Eric sebagai tokoh bawahan karena kedudukannya dalam cerita tidak terlalu sentral, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama;
6)      Tina sebagai tokoh bawahan karena kedudukannya dalam cerita tidak terlalu sentral, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama;
7)      Johan sebagai tokoh bawahan karena kedudukannya dalam cerita tidak terlalu sentral, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama;
8)      Frida sebagai tokoh bawahan karena kedudukannya dalam cerita tidak terlalu sentral, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama;
9)      Yani sebagai tokoh bawahan karena kedudukannya dalam cerita tidak terlalu sentral, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama;
10)  Edwin sebagai tokoh bawahan karena kedudukannya dalam cerita tidak terlalu sentral, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama;
11)  Liana sebagai tokoh bawahan karena kedudukannya dalam cerita tidak terlalu sentral, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama;
12)  Rika sebagai tokoh bawahan karena kedudukannya dalam cerita tidak terlalu sentral, tetapi kehadirannya sangat diperlukan untuk menunjang dan mendukung tokoh utama;

3.2.3.2 Penggambaran watak tokoh-tokoh yang mendukung cerita novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei.
v  Tokoh Karina Setiawati
Tokoh Karina mempunyai karakter seorang yang baik hati, ramah, setia pada pasangan, tidak materialistis, perhatian, pekerja keras, tidak mudah percaya terhadap perubahan sikap pasangan, penyabar, pengertian, selalu berhati-hati dalam berbicara, bertanggung jawab dan tertutup terhadap masalah pribadinya, seperti halnya yang digambarkan dalam setiap peristiwa dalam novel Cinta di Atas Awan.
Hal tersebut diatas digambarkan oleh pengarang sebagai berikut:
1)      Cara Tidak Langsung atau Dramatik
a.       Dengan  menggambarkan fisik tokoh
1.      Wajah orientalnya selalu tampak segar dan senyumnya yang ramah. (Glenn Alexei, 2011: 4)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang wanita yang ramah.
2.      Ia tampak cantik ......... (Glenn Alexei, 2011: 4)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter serang yang baik hati.
3.      Sambil tersenyum ramah terhadapnya, dengan lesung pipi di kedua pipinya. Alis mata indah melengkung membingkai wajanya yang oriental. (Glenn Alexei, 2011: 9)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang wanita yang ramah.
4.      Wajah cantik Karina segera memenuhi pelupuk matanya. (Glenn Alexei, 2011: 23)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang wanita yang baik hati.

b.      Dengan menggambarkan jalan pikiran tokoh
1.      Baru kali ini ia mempunyai rasa khawatir yang sedemikian besar pada seorang yang baru saja dikenalnya. (Glenn Alexei, 2011: 14)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang yang baik hati.
2.      . . . tak akan lagi jatuh cinta pada pria lain, meskipun pria itu lebih kaya dan lebih menarik daripada Jimmy. (Glenn Alexei, 2011: 85)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang yang setia pada kekasih dan tidak materialistis.
3.      Karina berpikir sejenak, ia masih ragu akan mencoba obat yang ditawarkan wanita itu atau tidak. (Glenn Alexei, 2011: 141)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter tidak mudah percaya terhadap orang yang baru dikenal.
4.      Karina memutar otaknya untuk memikirkan kalimat apa yang pantas pantas ia ucapkan ke Alvin. Ia tak ingin membuat Alvin tersinggung. (Glenn Alexei, 2011: 158)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang yang sangat berhati-hati dalam berbicara.
5.      Walaupun Jimmy tidak pernah memberi kabari kabar, statusnya masih kekasih Jimmy dan ia tidak ingin berpaling darinya. (Glenn Alexei, 2011: 248)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang wanita yang setia terhadap kekasihnya.
6.      Jimmy yang dikenalnya sebagai sosok yang lemah kembut, tulus dan perhatian mendadak berubah menjadi orang yang bengis dan kejam bahkan tega melukai perasaan seorang wanita. (Glenn Alexei, 2011: 261)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter yang tidak mudah percaya dengan perubahan karakter seseorang dengan waktu yang relatif singkat.

c.       Dengan menggambarkan tempat atau lingkungan tokoh
Ia bekerja di negeri tetangga, disebuah perusahaan yang cukup bonafit pula. (Glenn Alexei, 2011: 5)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang  wanita yang cerdas sehingga dia bisa bekerja di luar negeri.

d.      Dengan menggambarkan perbuatan atau tingkah laku atau reaksi tokoh terhadap suatu peristiwa
1.      Karina selalu menjaga penampilannya, merawat tubuhnya agar tetap sehat, dan berusaha keras untuk menguasai bahasa inggris sejak kecil. (Glenn Alexei, 2011: 5)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang yang selalu menjaga penampilan dan mau bekerja keras.
2.      “Are you okey, Sir?” tanya seorang pramugari sambil terseyum ramah ... (Glenn Alexei, 2011: 9)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter yang perhatian dan selalu ramah.
3.      Panggil saja saya kalau Anda butuh sesuatu. (Glenn Alexei, 2011: 10)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter yang peduli terhadap sesama.
4.      Sandra, maaf, Aku akan mengantarkan Bapak ini ke toko obat di Bandara. (Glenn Alexei, 2011: 12)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter yang peduli terhadap kesehatan penumpang pesawat.
5.      “Biar saya saja,” ujar Karina seraya berjalan mengambil paspor bersampul hijau yang tergeletak di lantai. (Glenn Alexei, 2011: 13)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang yang pengertian.
6.      “. . . biar saya menelponnya untuk Anda,” lanjutnya menawarkan bantuan. (Glenn Alexei, 2011: 14)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang yang pengertian.
7.      Aku pamit duluan. (Glenn Alexei, 2011: 91)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter yang ramah.
8.      “Setelah operasi, aku bersedia melepas karirku sebagai pramugari dan bekerja padamu. Tak dibayar pun aku rela, asal aku bisa membayar utangku.” (Glenn Alexei, 2011: 162)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang yang bertanggung jawab terhadap apa yang telah ia lakukan.
9.      . . . Karina lebih memilih untuk bekerja, . . . (Glenn Alexei, 2011: 184)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang pekerja keras.



e.       Dengan menggambarkan dialog para tokoh
Dialog tokoh lain yaitu Alvin dengan tokoh lain yaitu Jimmy yang menceritakan tokoh karina
“Ya, tetapi memang begitulah karakter Karina ia agak tertutup terhadap masalah pribadinya.” (Glenn Alexei, 2011: 224)
Dari bukti kutipan dialog tokoh lain diatas, tokoh Karina mempunyai karakter seorang yang tertutup terhadap masalah pribadi.

v  Tokoh Jimmy Budiono
Tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang pekerja keras, cerdas,  mudah khawatir, sederhana, romantis, pencemburu, mencintai kebersihan, perhatian dan suka berbohong, seperti halnya yang digambarkan dalam setiap peristiwa dalam novel Cinta di Atas Awan.
Hal tersebut diatas digambarkan oleh pengarang sebagai berikut:
1)      Cara Langsung atau Analitik
a.       Jimmy dikenal sebagai pekerja keras. (Glenn Alexei, 2011: 7)
b.      Jimmy, pria dengan kacamata berframe hitam yang membingkai wajahnya, menunjukkan bahwa ia seorang pria yang cerdas. (Glenn Alexei, 2011: 15)
c.       Jimmy yang tipikalnya mudah khawatir segera menelpon balik Karina untuk memastikan keadaannya. (Glenn Alexei, 2011: 72)
d.      Meskipun ia seorang pria tapi ia mengerti banyak hal tentang wanita, terlebih fashion. (Glenn Alexei, 2011: 93)
e.       Jimmy orang yang perhatian, romantis dan jauh lebih sederhana jika dibandingkan dengan Alvin. (Glenn Alexei, 2011:, 101)
f.       Meskipun perhatian dan romantis, Jimmy termasuk orang yang pencemburu . . . (Glenn Alexei, 2011: 103)
g.      . . . meskipun Jimmy pria, namun ia mencintai kebersihan. (Glenn Alexei, 2011: 123)

2)      Cara Tidak Langsung atau Dramatik
a.       Dengan menggambarkan jalan pikiran tokoh
1.      Jimmy tahu bahwa kebanyakan pramugari memang cantik dan menarik, namun pramugari yang ada dihadapannya ini adalah pramugari tercantik yang ia pernah lihat. (Glenn Alexei, 2011: 10)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang tidak mudah tergoda dengan kecantikan seorang perempuan.
2.      Jimmy percaya Tuhan yang mengatur pertemuan mereka. (Glenn Alexei, 2011: 24)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang yang percaya terhadap takdir Tuhan.
3.      . . . ia merasa cemburu Karina pergi bersama pria lain. (Glenn Alexei, 2011: 77)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang yang mudah cemburu terhadap laki-laki yang dekat dengan pacarnya.
4.      “Aku tak peduli masa lalumu. . . .” (Glenn Alexei, 2011: 84)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang yang tak pernah mempermasalahkan masa lalu kekasihnya.
b.      Dengan menggambarkan tempat atau lingkungan tokoh
Jimmy tinggal di apartemen yang jauh lebih sederhana . . . (Glenn Alexei, 2011: 94)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang yang hidupnya sederhana.
c.       Dengan menggambarkan perbuatan atau tingkah laku atau reaksi tokoh terhadap suatu peristiwa
1.      Hallo Karina. Bgmn kbrmu? Di mn skrg? Have a nice working. (Glenn Alexei, 2011: 27)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang yang perhatian.
2.      Jangan lupa besok sebelum berangkat berdoa dulu, agar Tuhan selalu melindungimu. (Glenn Alexei, 2011: 27)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang yang perhatian.
3.      Istirahat saja, supaya besok kamu fit. (Glenn Alexei, 2011: 32)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang yang perhatian.
4.      Jimmy berdoa dalam hati agar Tuhan merestui hubungan mereka berdua. (Glenn Alexei, 2011: 129)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang yang suka berdoa kepada Tuhan.
5.      “Jangan dengarkan mereka, Rika! Aku sama sekali tidak mengenali mereka berdua!” (Glenn Alexei, 2011: 257)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang pembohong.
6.      “Rika, jangan dengarkan orang gila ini! Dialah yang berbohong dan mencoba mengelabui kita! Foto itu pasti rekayasa!” (Glenn Alexei, 2011: 259)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang yang pintar memutarbalikan fakta.
d.      Dengan menggambarkan dialog para tokoh
Dialog tokoh lain yaitu Alvin dengan tokoh lain yaitu Rika yang menceritakan tokoh Jimmy
“Nyonya, saya punya bukti kuat kalau suami Anda adalah seorang penipu ulung . . .” (Glenn Alexei, 2011: 259)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Jimmy mempunyai karakter seorang penipu/pembohong.

v  Tokoh Sandra
Tokoh Sandra mempunyai karakter seorang yang hobinya berbelanja/shoping, mudah khawatir, perhatian, dan pengertian, seperti halnya yang digambarkan dalam setiap peristiwa dalam novel Cinta di Atas Awan.
Hal tersebut diatas digambarkan oleh pengarang sebagai berikut:
1)      Cara Langsung atau Analitik
Sandra memang dikenal sebagai shopaholic. (Glenn Alexei, 2011: 241)
2)      Cara Tidak Langsung atau Dramatik
a.       Dengan menggambarkan jalan pikiran tokoh
Ia berpikir, bagaimana kabar Karin sekarang? Apakah ia baik-baik saja? (Glenn Alexei, 2011: 239)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Sandra mempunyai karakter seorang yang mudah mengkhawtirkan sahabatnya.
b.      Dengan menggambarkan perbuatan atau tingkah laku atau reaksi tokoh terhadap suatu peristiwa
1.      Jaga kesehatanmu, Rin. (Glenn Alexei, 2011: 4)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Sandra mempunyai karakter seorang yang perhatian.
2.      Jangan pikirkan pekerjaan dulu, sebaiknya kamu istirahat dulu sampai kesehatanmu pulih. (Glenn Alexei, 2011: 71)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Sandra mempunyai karakter seorang yang pengertian.

v  Tokoh Eric
Tokoh Eric mempunyai karakter seorang yang cuek seperti halnya yang digambarkan dalam setiap peristiwa dalam novel Cinta di Atas Awan.
Hal tersebut diatas digambarkan oleh pengarang sebagai berikut:
Cara Langsung atau Analitik
Eric sangat cuek, bahkan bisa dibilang terlalu cuek. (Glenn Alexei, 2011: 31)

v  Tokoh Alvin
Tokoh Alvin mempunyai karakter seorang yang baik hati, suka menghambur-hamburkan uang, mudah khawatir, perhatian, ramah, tanpa pamrih, dan mudah emosi, seperti halnya yang digambarkan dalam setiap peristiwa dalam novel Cinta di Atas Awan.
Hal tersebut diatas digambarkan oleh pengarang sebagai berikut:
1)      Cara Langsung atau Analitik
a.       Alvin termasuk orang yang supel dan pandai bergaul, . . . (Glenn Alexei, 2011: 201)
b.      Alvin memang tipe pria yang selalu menepati janjinya. (Glenn Alexei, 2011: 248)
c.       Alvin memang sangat pandai menjaga hatinya. (Glenn Alexei, 2011: 268)

2)      Cara Tidak Langsung atau Dramatik
a.       Dengan  menggambarkan fisik tokoh
1.      Sebagai laki-laki, Alvin tergolong tampan. (Glenn Alexei, 2011: 60)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Alvin mempunyai karakter seorang yang baik hati.
2.      Alvin terlihat dewasa dan tampan. (Glenn Alexei, 2011: 63)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Alvin mempunyai karakter seorang yang baik hati dan sikapnya dewasa.
b.      Dengan menggambarkan jalan pikiran tokoh
1.      Ia harus mengeluarkan budget ekstra untuk liburannya yang gila-gilaan itu, . . . (Glenn Alexei, 2011: 65)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Alvin mempunyai karakter seorang yang suka menghambur-hamburkan uang.
2.      Tadi aku sempat khawatir saat kau pingsan. (Glenn Alexei, 2011: 68)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Alvin mempunyai karakter seorang yang mudah khawatir.
c.       Dengan menggambarkan perbuatan atau tingkah laku atau reaksi tokoh terhadap suatu peristiwa
1.      Alvin malah menghambur-hamburkan uangnya. (Glenn Alexei: 2011, 64)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Alvin mempunyai karakter seorang yang suka menghambur-hamburkan uang.
2.      Jangan paksakan dirimu! Sebaiknya kau istirahat dulu! (Glenn Alexei, 2011: 68)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Alvin mempunyai karakter seorang yang perhatian.
3.      . . . balas Alvin sambil tersenyum ramah. (Glenn Alexei, 2011: 95)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Alvin mempunyai karakter seorang yang ramah.
4.      Mengenai biaya operasimu, aku bersedia menanggungnya dan aku tidak mengharapkan kau mengembalikan uang itu. (Glenn Alexei, 2011: 163)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Alvin mempunyai karakter seorang yang baik hati dan suka membantu tanpa pamrih
5.      . . . membantu seseorang yang mengalami kesulitan adalah suatu kebahagiaan bagiku dan itu tidak bisa diukur dengan materi. (Glenn Alexei, 2011: 166)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Alvin mempunyai karakter seorang yang suka membantu.
6.       . . . seandainya nanti ada biaya tambahan, biar aku saja yang menanggungnya. (Glenn Alexei, 2011: 215)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Alvin mempunyai karakter seorang yang baik hati.
7.      “. . . sekali lagi saya tulus, dan jangan sungkan terhadap niat baik saya ini.” (Glenn Alexei, 2011: 216)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Alvin mempunyai karakter seorang tulus dan ikhlas yang dalam membantu Karina.
8.      Alvin begitu marah saat mendengar penyangkalan Jimmy. Emosinya meluap . . . (Glenn Alexei, 2011: 257)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Alvin mempunyai karakter seorang yang mudah emosi.

v  Tokoh Tina
Tokoh Tina mempunyai karakter seorang pemalas, dan tidak mencintai kebersihan, seperti halnya yang digambarkan dalam setiap peristiwa dalam novel Cinta di Atas Awan.
Hal tersebut diatas digambarkan oleh pengarang sebagai berikut:
Cara Tidak Langsung atau Dramatik
a.         Dengan menggambarkan tempat atau lingkungan tokoh
Banyak barang bekas yang menumpuk disana hingga berdebu dan sepertinya jarang dibersihkan. (Glenn Alexei, 2011: 142)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Tina mempunyai karakter seorang pemalas dan tidak mencintai keberhasilan tempat tinggalnya.
b.         Dengan menggambarkan perbuatan atau tingkah laku atau reaksi tokoh terhadap suatu peristiwa
Maafkan saya, tempat tinggalku sedikit kotor . . . (Glenn Alexei, 2011: 142)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Tina mempunyai karakter seorang pemalas.




v  Tokoh Johan
Tokoh Johan mempunyai karakter seorang penyabar, perhatian, dan tidak mau merepotkan orang lain, seperti halnya yang digambarkan dalam setiap peristiwa dalam novel Cinta di Atas Awan.
Hal tersebut diatas digambarkan oleh pengarang sebagai berikut:
1)      Cara Langsung atau Analitik
Johan termasuk orang yang sabar, perhatian dan tenang. (Glenn Alexei, 2011: 198)
2)      Cara Tidak Langsung atau Dramatik
Dengan menggambarkan perbuatan atau tingkah laku atau reaksi tokoh terhadap suatu peristiwa
“Tak usah bersusah payah seperti itu. Sejujurnya, kami sekeluarga setuju Karina direhabilitasi tetapi jika ada tambahan biaya lain, kamilah yang akan menanggungnya.” (Glenn Alexei, 2011: 215)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Johan mempunyai karakter seorang yang bertanggung jawab dan tidak mau merepotkan orang lain

v  Tokoh Frida
Tokoh Frida mempunyai karakter seorang yang tegas, disiplin, mencintai keluarga, lemah lembut, dan perhatian, seperti halnya yang digambarkan dalam setiap peristiwa dalam novel Cinta di Atas Awan.
Hal tersebut diatas digambarkan oleh pengarang sebagai berikut:
Cara Langsung atau Analitik
. . . ia dikenal sebagai wanita yang tegas, disiplin dan sangat menjaga jarak dengan para anak buahnya. Tetapi di mata keluarga, Frida adalah seorang yang cinta keluarga, pandai memasak, lemah lembut dan penuh perhatian (Glenn Alexei, 2011: 198)

v  Tokoh Yani
Tokoh Yani mempunyai karakter seorang gadis yang supel dan ceria, seperti halnya yang digambarkan dalam setiap peristiwa dalam novel Cinta di Atas Awan.



Hal tersebut diatas digambarkan oleh pengarang sebagai berikut:
Cara Langsung atau Analitik
. . . ia gadis yang supel dan ceria, sehingga siapa pun akan merasa nyamanbersahabat dengannya. (Glenn Alexei, 2011: 198)

v  Tokoh Edwin
Tokoh Edwin mempunyai karakter seorang yang cerdas, seperti halnya yang digambarkan dalam setiap peristiwa dalam novel Cinta di Atas Awan.
Hal tersebut diatas digambarkan oleh pengarang sebagai berikut:
Cara Tidak Langsung atau Dramatik
Dengan  menggambarkan fisik tokoh
. . . Ia memiliki postur tubuh yang menjulang tinggi seperti tiang listrik karena sejak kecil Erwin suka main basket. (Glenn Alexei, 2011: 199)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Edwin mempunyai karakter seorang yang cerdas.

v  Tokoh Liana
Tokoh Liana mempunyai karakter seorang sekertaris yang cekatan, rajin, dan bertanggung jawab, seperti halnya yang digambarkan dalam setiap peristiwa dalam novel Cinta di Atas Awan.
Hal tersebut diatas digambarkan oleh pengarang sebagai berikut:
Cara Langsung atau Analitik
Ia cekatan, rajin, bertanggung jawab, selain itu kerjanya pun cepat. (Glenn Alexei, 2011: 214)

v  Tokoh Rika
Tokoh Rika mempunyai karakter seorang yang baik hati, pintar, dan tidak mudah marah,  seperti halnya yang digambarkan dalam setiap peristiwa dalam novel Cinta di Atas Awan.
Hal tersebut diatas digambarkan oleh pengarang sebagai berikut:
Cara Tidak Langsung atau Dramatik
Dengan  menggambarkan fisik tokoh
a.       . . . seorang gadis cantik dengan wajah bulat telur, berambut panjang sepinggang dan hidung mancung. (Glenn Alexei, 2011: 253)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Rika mempunyai karakter seorang baik, pintar, dan tidak cepat marah.
b.      Wajahnya begitu cantik seperti barbie. (Glenn Alexei, 2011: 253)
Dari bukti kutipan diatas, tokoh Rika mempunyai karakter seorang yang baik hati dan ramah.
3.6. Latar atau Setting
1.      Latar Tempat
a.       di Bandara Changi International Singapura
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
Changi International Airport merupakan salah satu Airport tersibuk dikawasan Asia Tenggara . . . (Glenn Alexei, 2011: 6)
b.      di tempat parkir terminal Bandara Changi International Singapura
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
. . . Ia memasuki tempat parkir di terminal . . . (Glenn Alexei, 2011: 3)
c.       di dalam pesawat
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
. . . saat di dalam pesawat dari Surabaya ke Singaura . . . (Glenn Alexei, 2011: 8)
d.      di ruang tunggu terminal Bandara Changi International Singapura
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      Jimmy yang duduk di ruang tunggu terminal . . . (Glenn Alexei, 2011: 7)
2)      Setibanya di Changi International Airport, . . . (Glenn Alexei, 2011: 220)
e.       di Bangkok
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
, . . .  menghadiri rapat di kantor pusat, Bangkok. (Glenn Alexei, 2011: 18)
f.       di kota Chiang Mai
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . di lantai sepuluh gedung perkantoran di pusat kota Chiang Mai. (Glenn Alexei, 2011: 23)
1)      Jimmy membawa Karina ke taman alun-alun kota Chiang Mai . . . (Glenn Alexei, 2011: 81)
2)       . . . Ia duduk di sebuah bangku panjang di sebuah alun-alun kota Chiang Mai . . . (Glenn Alexei, 2011: 178)
g.      di Thailand
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
2)      . . . ketika ia baru pertama kali di Thailand. (Glenn Alexei, 2011: 23)
3)      Chiang Mai adalah kota terbesar kedua di Thailand . . . (Glenn Alexei, 2011: 23)
4)      . . . Jimmy mengajaknya cadle light dinner di sebuah restoran Thailand . . . (Glenn Alexei, 2011: 78)
5)      
h.      di Kathamandu
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
Karina baru saja mendarat di Kathamandu, ibu kota Nepal, negara kecil yang terletak di Kawasan Asia Selatan, terkunci antara Cina dan India . . . (Glenn Alexei, 2011: 24)
i.        di Bandara Internasional Tribhuvan
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      Tribhuvan International Airport, satu-satunya bandar udara di Kathamandu yang melayani penerbangan Internasional. (Glenn Alexei, 2011: 25)
2)      Bangunan di sekitar Tribhuvan International Airport tingginya hanya dua lantai saja . . . (Glenn Alexei, 2011: 26)
j.        di Singapura
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      , . . . memberitahukan kalau ia sudah kembali ke Singapura. . . (Glenn Alexei, 2011: 29)
2)      . . . dan Karina kembali ke Singapura. (Glenn Alexei, 2011: 34)
3)      . . . bisa bertemu Alvin di Singapura . . . (Glenn Alexei, 2011: 62)
4)      Mount Elizabet Hospital adalah salah satu rumah sakit ternama di Singapura . . . (Glenn Alexei, 2011: 67)
5)      . . . saat itu Alvin sedang berada di Singapore Indoor Stadium, . . . (Glenn Alexei, 2011: 73)
6)      . . . Singapura adalah kota modern . . . (Glenn Alexei, 2011: 81)
7)      . . . salah satu bank terkemuka di Singapura . . . (Glenn Alexei, 2011: 178)
8)      Mereka makan malam di Lau Pa Sat, sebuah restoran di kawasan Raffles Place yang menjual aneka makanan etnis yang ada di Singapura . . . (Glenn Alexei, 2011: 243)

k.      di Hotel Hilton Internasional
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      Hotel Hilton Internasional adalah hotel berbintang lima . . . (Glenn Alexei, 2011: 39)
2)      Bentuk bangunan hotel itu memang bergaya modern . . . (Glenn Alexei, 2011: 39)
l.        di Wat Phrathat Doi Suthep
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
. . .  Jimmy membawa Karina ke Wat Phrathat Doi Suthep, sebuah kuil Buddha paling tua, sakral, dan terkenal di Chiang Mai. (Glenn Alexei, 2011: 43)
m.    di Universal Studio
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
. . . foto bersama tokoh-tokoh kartun di Universal Studio . . . (Glenn Alexei, 2011: 76)
n.      di restoran
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
. . . kalimat Jimmy yang terakhir saat di restoran . . (Glenn Alexei, 2011: 87)
o.      di lobi hotel
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . Karina yang seang menunggu di lobi hotel . . . (Glenn Alexei, 2011: 87)
2)      Ia melihat Karina duduk di lobi hotel . . . (Glenn Alexei, 2011: 118)
p.      di Tokyo
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . Jimmy dipromosikan untuk menempati posisi sebagai IT director di kantor pusat di Tokyo . . . (Glenn Alexei, 2011: 93)
2)      . . . saat itu cuaca di Tokyo sangat dingin. (Glenn Alexei, 2011: 74)
3)      . . . penyewa yang lain adalah penduduk lokal namun dari daerah luar dan bekerja di Tokyo . . (Glenn Alexei, 2011: 122)
4)      Jimmy akhirnya membawa Karina ke Tokyo Tower . . . (Glenn Alexei, 2011: 134)
5)      Selama tinggal di Jepang, Jimmy paling suka musim gugur, . . . (Glenn Alexei, 2011: 176)

q.      di lobi rumah sakit Mount Elizabet Hospital
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
. . . Alvin yang tanpa sengaja bertemu di lobi rumah sakit. (Glenn Alexei, 2011: 95)
r.        di Hotel Stamford
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
“ . . . Aku menginap di The Stamford Hotel . . “ (Glenn Alexei, 2011: 100)
s.       di Hotel Oriental
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
“Saat ini ia ada di Oriental Hotel untuk beristirahat . . . ” (Glenn Alexei, 2011: 225)
t.        di Hotel Pan Pacific
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . Pria itu ingin mengajak Karina menghadiri sebuah pesta pernikahan seorang koleganya di Pan Pacific Hotel Singapura . . . (Glenn Alexei, 2011: 153)
2)      Alvin memasuki ballroom Pan Pacific Hotel Singapura sendirian . . . (Glenn Alexei, 2011: 167)
u.      di Suntec Mall
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
Sesampainya di Suntec Mall, Karina . . . (Glenn Alexei, 2011: 157)
v.      di Clarke Quay
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . Karina membawa mereka berempat ke Central Shopping Mall di Clarke Quay dengan naik MRT. (Glenn Alexei, 2011: 200)
2)      . . . mereka makan siang di Kopimitiam Food Court yang menjual masakan khas Asia . . . (Glenn Alexei, 2011: 200)
w.    di Apartemen Jimmy
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      Karina duduk di sofa empuk di ruang tamu, . . (Glenn Alexei, 2011: 124)
2)      Jimmy menggendong Karina masuk ke dalam kamarnya, membaringkannya di atas tempat tidurnya . . . (Glenn Alexei, 2011: 125)

x.      di Bandar Sri Begawan
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
Karina baru saja mendarat dari negara kaya minyak di Asia Tenggara, Bandar Sri Begawan . . . (Glenn Alexei, 2011: 196)
y.      di Bandara Narita Internasional
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
Saat ini ia sudah berada di Narita International Airport . . . (Glenn Alexei, 2011: 211)
z.       di Bandung
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
. . . Yayasan Kasuh Kurnia yang berada di Bandung. (Glenn Alexei, 2011: 214)
aa.   di Apartemen Karina
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . di ruang tamu untuk mendiskusikan langkah selanjutnya . . . (Glenn Alexei, 2011: 214)
2)      . . . tanya seorang font desk di apartemen Karina, . . . (Glenn Alexei, 2011: 221)
3)      . . . teriak Karina dengan histeris saat mereka sampai di lobi apartemennya . . . (Glenn Alexei, 2011: 205)
4)      . . . Jimmy duduk di sofa yang terletak di sudut lobi . . . (Glenn Alexei, 2011: 222)
5)      . . . sejak bertemu pertama kali dengan Jimmy di lobi apartemen tadi . . . (Glenn Alexei, 2011: 226) 
ab. di Jakarta
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . Setelah mendarat di Jakarta, . . . (Glenn Alexei, 2011: 230)
2)      . . .  tanya Edwin, saat mereka sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta. (Glenn Alexei, 2011: 230)
ac. di VivoCity
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      Sandra baru saja selesai berbelanja di VivoCity, . . . (Glenn Alexei, 2011: 240)
2)      . . . sebelum keluar dari gerai terakhir di VivoCity . . . (Glenn Alexei, 2011: 240)
ad. di Surabaya
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . Karina dan Alvin tiba di Surabaya . . . (Glenn Alexei, 2011: 250)
2)      . . . alamat rumah Jimmy di Surabaya . . . (Glenn Alexei, 2011: 250)
ae. di Restoran khas Jawa Timur
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
. . .  Ia dan Alvin makan siang di restoran khas Jawa Timur . . . (Glenn Alexei, 2011: 264)

2.      Latar Waktu
a.       Bulan Januari
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
. . . Udara di bulan Januari . . . (Glenn Alexei, 2011: 25)
b.      Bulan Mei
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
Setiap tahun di bulan Mei sampai Juli selalu ada even Great Singapore Sale . . . (Glenn Alexei, 2011: 239)
c.       Bulan Desember
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      Tanpa terasa bulan depan adalah bulan Desember . . . (Glenn Alexei, 2011: 183)
2)      Dua puluh dua Desember, tiba di Chiang Mai . . . (Glenn Alexei, 2011: 187)
3)      “ . . . kembali ke Singapura tanggal dua puluh enam Desember.” (Glenn Alexei, 2011: 188)
4)      . . . Kami datang tanggal dua puluh satu Desember, . . . (Glenn Alexei, 2011: 191)
5)      Jadwal Karina semakin padat sejak memasuki bulan Desember . . . (Glenn Alexei, 2011: 192)
d.      Malam hari
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . hari sudah malam, tanpa sadar Karina tertidur . . . (Glenn Alexei, 2011: 56)
2)      . . . Kebetulan saat itu adalah malam bulan purnama . . . (Glenn Alexei, 2011: 81)
3)      . . . Ia merasa menjadi pria paling bahagia malam itu . . . (Glenn Alexei, 2011: 86)
4)      Tengah malam, Jimmy terbangun . .  (Glenn Alexei, 2011: 86)
5)      . . . tanya Alvin pada malam harinya saat keluarga Yani berkumpul . . . (Glenn Alexei, 2011: 214)
e.       Siang hari
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      “. . . Siang saja, sekalian kita lunch bareng.” (Glenn Alexei, 2011: 73)
2)      Jam sebelas siang, . . .  (Glenn Alexei, 2011: 74)
3)      . . . pukul 14.35. . . (Glenn Alexei, 2011: 187)
4)      . . . hari itu aku terbang ke Barcelona pukul 13.15 . . . (Glenn Alexei, 2011: 188)
5)      “ . . . sampai di Chiang Mai pukul 11.25.” (Glenn Alexei, 2011: 191)
6)      . . . sampai di Changi pukul 11.45 . . . (Glenn Alexei, 2011: 192)
f.       Sore hari
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      Jimmy sampai di hotel tempat Karina menginap pada pukul enam sore . . . (Glenn Alexei, 2011: 118)
2)      Pagi ini Jimmy, . . (Glenn Alexei, 2011: 230)
g.      Pagi hari
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      “Baru jam tujuh pagi . . . ” (Glenn Alexei, 2011: 127)
2)      . . . Pagi ini pihak perusahaan memecatnya secara sepihak . . . (Glenn Alexei, 2011: 225)
h.      Hari minggu
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
. . . Jimmy membawa Karina ke Disneyland. Karena hari Minggu . . . (Glenn Alexei, 2011: 131)

3.      Latar Suasana
a.       Suasana  ramai
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . seakan tak pernah sepi dari pengunjung . . .  (Glenn Alexei, 2011: 7)
2)      . . . banyak orang tumpah truah memadati jalan-jalan protokol. (Glenn Alexei, 2011: 42)
3)      . . .  kuil itu sangat ramai, penuh sesak dengan pengunjung . . . (Glenn Alexei, 2011: 44)
4)      . . .  Suasana yang ramai di dalam stadion . . . (Glenn Alexei, 2011: 73)
5)      , . . . Clarke Quay ramai pengunjung, . . . (Glenn Alexei, 2011: 75)
6)      . . . Suasana disana sangat ramai dan padat, . . . (Glenn Alexei, 2011: 131)
3)      , . . . sama seperti di Changi Airport, di sini pun sangat ramai . . . (Glenn Alexei, 2011: 200)
4)      “ . . . mengingat di sini ramai sekali.” (Glenn Alexei, 2011: 201)
5)       
b.      Suasana  dingin
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
Udara yang dingin membuat Karina merapatkan mantel bulunya . . . (Glenn Alexei, 2011: 26)
c.       Suasana sepi
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . karena bukan hari libur Universal Studio terlihat sepi . . . (Glenn Alexei, 2011: 76)
2)      Ruang tunggu National University Hospital sedang sepi saat Karina mendaftarkan diri . . .  (Glenn Alexei, 2011: 104)
d.      Suasana tegang
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
Suasana jadi begitu tegang . . . (Glenn Alexei, 2011: 204)
e.       Suasana sejuk
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini.
Udara sejuk khas Bandung . . . (Glenn Alexei, 2011: 235)
f.       Suasana Senang
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . Aku senang sekali. (Glenn Alexei, 2011: 4)
2)      Frida terkejut bercampur senang. . . (Glenn Alexei, 2011: 197)
3)      . . . perasaan senang bercampur haru meluap dari dasar hati Karina yang memang merindukan Jimmy . . . (Glenn Alexei, 2011: 255)
g.      Suasana menyedihkan
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . hatinya begitu sakit dan terluka . . . (Glenn Alexei, 2011: 256)
2)      . . .  air matanya semakin deras mengalir . . . (Glenn Alexei, 2011: 258)
3)      . . .  tak ada kata-kata yang tepat untuk megungkapkan kesedihannya . . . (Glenn Alexei, 2011: 258)
4)      . . . , menggandeng tangan Karina yang masih larut dalam kesedihan, . . . (Glenn Alexei, 2011: 262)
5)      Karina masih menangis saat memasuki kamar hotel . . . (Glenn Alexei, 2011: 262)

4.      Latar Lingkungan Sosial
a.       Lingkungan religius
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . terdapat sebuah patung seorang dewa kepercayaan masyarakat Thailand yang terbuat dari batu. . . (Glenn Alexei, 2011: 39)
2)      . . . masyarakat Thailand meyakini bahwa dewa tersebut bisa menolak bala. (Glenn Alexei, 2011: 40)
3)       . . . konon siapa pun yang berdoa di kui ini akan dikabulkan permohonannya . . . (Glenn Alexei, 2011: 43)
4)      . . . saat masuk ke ruang sembahyang, ia tertegun memendang patung sang budha . . . (Glenn Alexei, 2011: 218)
5)      Kuil itu tak terlalu besar. Sebelum masuk ke bangunan kuil, Alvin di sambut oleh taman yang asri  . . . (Glenn Alexei, 2011: 218)
6)      . . . di depan pintu kuil, seorang biksu kecil tersenyum saat melihatnya dan mempersilahkan Alvin masuk ke ruang sembahyang. (Glenn Alexei, 2011: 218)
b.      Pendidikan Tinggi
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . . dan baru saja menyelesaikan studinya di salah satu universitas swasta . . . (Glenn Alexei, 2011: 190)
2)      Sedangkan Edwin, adik Yani, adalah mahasiswa semester tiga di Kampus yang sama dengan Kakaknya . . . (Glenn Alexei, 2011: 199)
3)      . . . Yani memilih fakultas farmasi, Edwin memilih menimba ilmu di fakultas hukum . . . (Glenn Alexei, 2011: 199)
c.       Lingkungan Profesi
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      . . .  Ia adalah seorang staf keuangan di sebuah pabrik besi di Surabaya . . . (Glenn Alexei, 2011: 198)
2)      . . . Frida, adalah seorang manager di sebuah bank asing asal Inggris di Surabaya . . . (Glenn Alexei, 2011: 198)
d.      Lingkungan Ekonomi
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti kutipan dibawah ini:
1)      Ayahnya merupakan pemilik perkebunan karet nomor satu yang cukup disegani dan terkenal di Kalimantan . . . (Glenn Alexei, 2011: 59)
2)      . . .  Alvin adalah pewaris dari pengusahapemilik perkebunan karet . . . (Glenn Alexei, 2011: 59)
3.7. Gaya Pengarang
a.       Gaya pengarang dalam mengungkapkan seluruh cerita
Gaya pengarang dalam mengungkapkan seluruh cerita dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei cukup kreatif, terutama dalam menggambarkan tema. Meskipun tema dalam novel Cinta di Atas Awan sederhana, namun pengarang mampu mengemasnya menjadi sebuah cerita yang bisa dikatakan sukar ditebak. Dalam menyusun plot pengarang menggunakan pola konvensional sehingga pembaca mudah menangkap isi cerita dari setiap peristiwa. Kemudian dalam menggambarkan karakter tokoh, digambarkan secara konkret. Sehingga pembaca mudah memahami karakter para tokoh, sebab banyak tokoh yang digambarkan secara analitik/langsung. Namun jika ditinjau dari aspek penggunaan gaya bahasa, dalam pengungkapannya pengarang terkesan kaku. Akan tetapi, mungkin itu merupakan style atau gaya pengarang dalam mengungkapkan idenya menjadi sebuah cerita yang utuh dan padu. Hal tersebut dapat dilihat dari bukti dibawah ini:
1.      “Siapa kau?” tanya Jimmy dingin. Tatapan matanya seperti melihat musuh bebuyutan. Sikapnya seolah tak pernah mengenal Karina sebelumnya . . . (Glenn Alexei, 2011: 255)
2.      “Bukankah kau pernah bilang pada Karina bahwa kau adalah man of your words? Tapi bagaimana kenyataannya sekarang? Kau menghianati Karina! Kau tak ada bedanya dengan seorang penipu!” (Glenn Alexei, 2011: 260)
3.      . . . Ia tak percaya dengan kata-kata sekeras dan sekejam itu meluncur dengan mudahnya dari mulut Jimmy, kekasih yang selama ini dikenalnya sebagai pribadi yang baik hati, lemah lembut, dan perhatian, kini berubah menjadi seorang yang sama sekali berbeda. (Glenn Alexei, 2011: 2)
4.      . . . Tatapan kekasihnya itu seperti seorang pembunuh yang siap mengeksekusi korbannya tanpa ampun . . . (Glenn Alexei, 2011: 261)

b.      Gaya bahasa
Gaya bahasa yang banyak digunakan pengarang dalam memperkuat cerita novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei adalah sebagai berikut:
1.      Gaya bahasa persamaan atau simile
1)      , . . . memamerkan pinggul bak gitar spanyol . . . (Glenn Alexei, 2011: 4). Maknanya memperlihatkan pinggul yang elegan/luwes.
2)      . . . jalannya pun terhuyung seperti orang mabuk . . . (Glenn Alexei, 2011: 12). Maknanya jalannya sempoyongan.
3)      . . . pengakuan jujur Karina barusan bagaikan belati yang menusuk jantungnya. (Glenn Alexei, 2011: 77). Maknanya menyakiti perasaan.
4)      . . . orang-orang Jepang seperti memburu dan diburu waktu. (Glenn Alexei, 2011: 117) . Maknanya seperti mengejar dan dikejar waktu.
5)      , . . . pengunjung di Disneyland bagaikan gerombolan lebah yang berebut madu . . . (Glenn Alexei, 2011: 131) . Maknanya ramai dipadati pengunjung.
6)       . . . Seperti ditusuk-tusuk. (Glenn Alexei, 2011: 138). Maknanya sangat terasa sangat sakit.
7)      Tina tertawa terkekeh seperti nenek sihir. (Glenn Alexei, 2011: 147). Maknanya tertawa sinis.
8)      Alvin benar-benar seperti seorang malaikat yang datang tepat pada saat Karina membutuhkan pertolongan. (Glenn Alexei, 2011: 165). Maknanya datang memberi pertolongan disaat yang tepat.
9)       Bahkan udara di dalam Changi International Airport jadi panas seperti di Gurun Sahara . . . (Glenn Alexei, 2011: 195). Maknanya terasa gersang.
10)   . . . Suara-suara manusia yang riuh rendah berubah seperti dengungan lebah. (Glenn Alexei, 2011: 195). Maknanya
11)   . . . Ia memiliki postur tubuh yang menjulang tinggi seperti tiang listrik . . . (Glenn Alexei, 2011: 199). Maknanya mempunyai tubuh tinggi.
12)   Pria itu seperti jin . . . (Glenn Alexei, 2011: 201). Maknanya datang secara tiba-tiba.
13)   . . . , mengendus-endus seperti anjing. (Glenn Alexei, 2011: 203). Maknanya menciumi sesuatu layaknya anjing.
14)   Tiba-tiba ia merasa seluruh tubuhnya kaku seperti patung dan sulit untuk digerakkan . . . (Glenn Alexei, 2011: 253). Maknanya tidak bergerak/diam.
15)   . . . Tatapan matanya seperti melihat musuh bebuyutan . . . (Glenn Alexei, 2011: 255). Maknanya marah.
16)   . . . Wajahnya pucat pasi seperti selembar kertas putih saat melihat kedua tamu di rumahnya . . . (Glenn Alexei, 2011: 255). Maknanya sangat pucat layaknya mayat.
17)   . . . Kata-kata Jimmy barusan seperti sebilah pisau tajam yang menusuk jantungnya . . . (Glenn Alexei, 2011: 256). Maknanya menyakiti perasaan.
18)   Seluruh anggota tubuh Jimmy gemetaran, sikapnya seperti seorang pencuri yang tertangkap basah. (Glenn Alexei, 2011: 260). Maknanya ketakutan.
19)   . . . kedua tangannya mengepal seperti hendak meninju . . . (Glenn Alexei, 2011: 260). Maknanya siap memukul.
20)   . . . Tatapan kekasihnya itu seperti seorang pembunuh yang siap mengeksekusi korbannya tanpa ampun . . . (Glenn Alexei, 2011: 261). Maknanya sangat marah.
21)   . . . wajahnya yang merah padam seperti kepiting rebus. (Glenn Alexei, 2011: 261). Maknanya malu.
22)  Emosinya meluap seperti gunung berapi yang siap memuntahkan lava . . . (Glenn Alexei, 2011: 257). Maknanya sangat marah.

2.      Gaya bahasa metafora
1)      . . . Beruntung apartemennya terletak di jantung kota . . . (Glenn Alexei, 2011: 17). Maknanya di tengah kota.
2)      . . . penyanyi Inggris yang sedang naik daun . . . (Glenn Alexei, 2011: 54). Maknanya sedang tenar.
3)      ”. . . Naga di dalam perutku sudah meminta jatah makan siang.” (Glenn Alexei, 2011: 75). Maknanya lapar.
4)      . . . kalimat Jimmy menggantung di ujung liahnya. (Glenn Alexei, 2011: 77). Maknanya tidak berbicara lagi.
5)      Kata-kata yang meluncur dari bibir Karina . . . (Glenn Alexei, 2011: 85). Maknanya kata-kata yang diucapkan Karina.
6)      . . . usianya yang sudah memasuki kepala tiga . . . (Glenn Alexei, 2011: 86). Maknanya sudah tiga puluh tahun.
7)      Hati Karina menjadi berbunga-bunga . . . (Glenn Alexei, 2011: 88). Maknanya bahagia.
8)      Karina mengangguk dan keluar dari ruangan Profesor Li dengan langkah gontai . . . (Glenn Alexei, 2011: 109). Maknanya langkah perlahan-lahan.
9)       . . . terasa penuh sesak oleh lautan manusia, . . . (Glenn Alexei, 2011: 117). Maknanya banyak orang.
10)  Wajah Karina merah padam . . . (Glenn Alexei, 2011: 127). Maknanya malu.
11)   . . . ia ingin Karinalah yang menjadi pelabuhan cintanya yang terakhir dan untuk selamanya (Glenn Alexei, 2011: 17). Maknanya ingin menjadi istrinya.
12)   . . . hingga detik ini Jimmy diam membisu, . . . (Glenn Alexei, 2011: 130). Maknanya diam tanpa berkata apa-apa.
13)   . . . Mata Karina berkaca-kaca, . . . (Glenn Alexei, 2011: 136). Maknanya mau meneteskan air mata.
14)   . . . menantikan kalimat berikutnya yang akan meluncur dari bibir gadis itu. (Glenn Alexei, 2011: 161). Maknanya kata-kata yang akan diucapkan.
15)   . . . ibunya kini sudah memasuki usia senja, . . . (Glenn Alexei, 2011: 185). Maknanya sudah tua.
16)   . . . Lautan manusia ada di mana-mana, . . . (Glenn Alexei, 2011: 195). Maknanya banyak orang dimana-mana.
17)   “. . . , naga-naga di dalam perutku sangat rakus rupanya,” . . . (Glenn Alexei, 2011: 197). Maknanya sangat lapar.
18)   Karina maju selangkah, mendekati Jimmy yang diam mematung . . . (Glenn Alexei, 2011: 232). Maknanya diam tanpa gerak.
19)   . . . Rika yang awalnya bersikap lembut dan ramah kini berubah seolah menjadi seekor harimau . . . (Glenn Alexei, 2011: 259). Maknanya menjadi ganas/kasar.

3.      Gaya bahasa hiperbol
1)      . . . begitu dingin hingga menusuk tulang. (Glenn Alexei, 2011: 25). Maknanya udaranya sangat dingin.
2)      . . . udara dingin yang menembus tulangnya . . . (Glenn Alexei, 2011: 26). Maknanya udaranya sangat dingin
3)      . . . Ia merasa seakan terbang ke langit ketujuh . . . (Glenn Alexei, 2011: 44) Maknanya merasa melayang di angkasa.
4)      . . . Jangan tanya harganya, sudah tentu selangit. (Glenn Alexei, 2011: 58). Maknanya harganya sangat mahal.
5)      Sebuah lagu jazz dari Michael Buble yang berjudul Home mengalun riang, membahana ke seluruh ruangan kafe . . . (Glenn Alexei, 2011: 60). Maknanya terdengar ke semua ruangan.
6)      Banyak gedung-gedung pencakar langit berada di kawasan ini. (Glenn Alexei, 2011: 94). Maknanya gedung-gedung tinggi.
7)      Alvin menatap Karina dalam-dalam. (Glenn Alexei, 2011: 102). Maknanya menatap dengan penuh perasaan.
8)      . . . pikirannya menerawang jauh . . . (Glenn Alexei, 2011: 120). Maknanya melamun.
9)      , . . . tenggelam dalam kesibukan mereka. (Glenn Alexei, 2011: 135). Maknanya lenyap oleh kesibukan.
10)   . . . Bahkan kini ia sulit tidur karena rasa sakit yang begitu menggigit . . . (Glenn Alexei, 2011: 138). Maknanya sangat sakit.
11)   Akhir-akhir ini rasa sakitnya begitu hebat dan tak mengenal waktu . . . (Glenn Alexei, 2011: 138). Maknanya kesakitan yang berlebih yang dirasakan setiap saat.
12)   . . . Rasa nyeri itu seolah menjerit pada Karina . . . (Glenn Alexei, 2011: 145). Maknanya rasa sakit yang dirasakan oleh Karina.
13)   . . . menangis meraung-raung sambil memukul-mukul pegangan sofa. (Glenn Alexei, 2011: 209). Maknanya menangis yang terdengar nyaring.
14)   Sandra memang tipe orang yang ekspresif dan emosinya mudah meledak-ledak. (Glenn Alexei, 2011: 244). Maknanya cepat emosi yang sering kali tak bisa ditahan.
15)  . . . air matanya semakin deras mengalir. (Glenn Alexei, 2011: 258). Maknanya menagis dengan banyak air mata.
16)   Pikiran Alvin menerawang jauh . . . (Glenn Alexei, 2011: 267). Maknanya melamun.



4.      Gaya bahasa personifikasi
1)      . . . tanaman perdu dan semak-semak yang meramaikan taman . . . (Glenn Alexei, 2011: 81). Maknanya terlihat rimbun.
2)      Saat Alvin keluar dari hotel, hujan gerimis menyapanya . . . (Glenn Alexei, 2011: 218). Maknanya ketika Alvin keluar cuaca sedang hujan.
3)       . . . , Alvin disambut oleh taman yang asri . . . (Glenn Alexei, 2011: 218). Maknanya Alvin melihat taman yang indah.
4)      . . . sepasang lampion berwarna merah menyambut mereka di pintu masuk hotel . . . (Glenn Alexei, 2011: 227). Maknanya terlihat lampion yang terletak di pintu masuk hotel.
5)       . . . Matanya membelakak seakan ingin menelan Jimmy . . . (Glenn Alexei, 2011: 234). Maknanya matanya melotot dengan penuh kemarahan.
6)       Udara sejuk kota Bandung menyambut kedatangan mereka . . . (Glenn Alexei, 2011: 235). Maknanya merasakan suasana sejuk ketika sampai di kota Bandung.
7)      . . . Daun-daun pohon maple menari-nari . . . (Glenn Alexei, 2011: 177). Maknanya daun pohon maple goyang tertiup angin.

5.      Gaya bahasa alusio
1)       . . . Beberapa jam yang lalu, hujan deras mengguyur kota kembang ini. (Glenn Alexei, 2011: 235). Maknanya kota Bandung telah turun hujan.
2)      Satu bulan tinggal di negeri Gajah Putih ini, . . . (Glenn Alexei, 2011: 17). Maknanya Negara Singapura.

3.8. Titik Pengisahan
Dalam novel Cinta di Atas Awan Karya Glenn Alexei titik pengisahan yang dipergunakan oleh pengarang adalah sebagai pengamat (dengan ciri pengarang ber “ia” atau menyebut nama tokoh masing-masing). Adapun jenisnya yaitu menggunakan titik pengisahan Maha tahu.
Hal tersebut dapat dilihat dari bukti di bawah ini:
1.      Ia tak percaya dengan kata-kata sekeras dan sekejam itu meluncur dengan mudahnya dari mulut Jimmy. . . Glenn Alexei, 2011: 2)
2.      Ia memasuki tempat parkir di terminal 2 . . . (Glenn Alexei, 2011: 3)
3.      . . .  Ia tampak cantik dengan seragamberwarna hijau pupus . . . (Glenn Alexei, 2011: 4)
4.      . . . Ia suka memandangi langit biru . . . (Glenn Alexei, 2011: 4)
5.      . . . Ia sering membayangkan terbang tinggi untuk menggapai awan-awan . . . (Glenn Alexei, 2011: 4)
6.       . . . Karina memang bercita-cita menjadi seorang pramugari. . . (Glenn Alexei, 2011: 34)
7.       . . . Karina tersenyum ke arah Sandra. (Glenn Alexei, 2011: 4)
8.       . . . Karina ditugaskan untuk melayani penerbangan jarak pendek dan menengah . . (Glenn Alexei, 2011: 5)
9.      Ia sadar, untuk menjadi seorang pramugari modalnya harus cantik dan pintar . . . (Glenn Alexei, 2011: 5)
10.  . . . Ia adalah seorang staf IT sebuah perusahaan otomotif Jepang . . . (Glenn Alexei, 2011: 5)
11.  . . . Ia merasa sangat bangga karena bisa bekerja di negeri tetangga . . . (Glenn Alexei, 2011: 5)
12.  Jimmy yang duduk di ruang tunggu terminl . . . (Glenn Alexei, 2011: 7)
13.  Jimmy tinggal seorang diri di sebuah apartemen . . . (Glenn Alexei, 2011: 17)
14.  Hari ini ia mendapat tugas ke luar kota, . . . (Glenn Alexei, 2011: 18)
15.  Ia terlihat sedang asik bercanda dengan teman-temannya. (Glenn Alexei, 2011: 19)
16.   . . . Ia langsung bangkit dan berdiri . . . (Glenn Alexei, 2011: 21)
17.   Karina terhenyak . . . (Glenn Alexei, 2011: 21)
18.  . . . , ia menjadi senang memandang langit . . . (Glenn Alexei, 2011: 23)
19.   . . . ia berhenti sejenak dari pekerjaannya . . . (Glenn Alexei, 2011: 23)
20.   . .  , ia merasa begitu berkesan . . . (Glenn Alexei, 2011: 24)
21.   . . . , ia tahu bahwa apa yang dilakukan Karina . . . (Glenn Alexei, 2011: 25)
22.   . . . , ia sudah mengoleskan lotion . . . (Glenn Alexei, 2011: 26)
23.   . . . , ia sudah kembali ke Singapura. (Glenn Alexei, 2011: 28)
24.   . . .  Eric sangat cuek . . . (Glenn Alexei, 2011: 31)
25.   . . . Ia tidak menyangka perhatian Jimmy begitu besar terhadapnya . . . (Glenn Alexei, 2011: 32)
26.   . . . , ia langsung membawanya ke kasir. (Glenn Alexei, 2011: 34)
27.  Ia selalu ingin terlihat cantik di depan Jimmy, . . . (Glenn Alexei, 2011: 34)
28.   . . . Karina menepuk-nepuk bahu Sandra. . . (Glenn Alexei, 2011: 36)
29.   . . . Jimmy memaklumi profesi Karina. . . (Glenn Alexei, 2011: 37)
30.   Ia membukakan pintu untuk Karina . . . (Glenn Alexei, 2011: 38)
31.   . . . Ia memang lebih suka berdandan natural . . . (Glenn Alexei, 2011: 41)
32.  Jimmy mengajak Karina ke downtown, . . . (Glenn Alexei, 2011: 42)
33.   . . . Ia menyukai penampilan Karina . . . (Glenn Alexei, 2011: 42)
34.  Jimmy mengajak Karina berkeliling kota naik tuktuk, . . . (Glenn Alexei, 2011: 43)
35.  Kemudian Jimmy mengajak Karina ke Wat Phrathat Doi Suthep, . . . (Glenn Alexei, 2011: 43)
36.   . . . , ia lebih bersifat realistis, . . . (Glenn Alexei, 2011: 44)
37.   . . . Ia membalikan badan, menatap Sandra . . . (Glenn Alexei, 2011: 47)
38.  Sandra melemparkan bantal pada Karina . . . (Glenn Alexei, 2011: 47)
39.  Jimmy tersenyum simpul . . . (Glenn Alexei, 2011: 50)
40.   . . . Ia langsung menerima telepon itu . . . (Glenn Alexei, 2011: 51)
41.   . . . , ia engenali suara si penelepon itu, . . . (Glenn Alexei, 2011: 51)
42.   . . . . Ia sudah tidak sabar ingin mendengarkan lagu . . . (Glenn Alexei, 2011: 54)
43.   . . . Ia rindu kepada kedua orang tuanya . . . (Glenn Alexei, 2011: 55)
44.  Alvin duduk sendirian sambil memeriksa e-mail . . . (Glenn Alexei, 2011: 58)
45.   . . . ia merasa tak yakin. (Glenn Alexei, 2011: 61)
46.   . . . Alvin masih berkecamuk dengan pertanyaan-pertanyaan macam itu. (Glenn Alexei, 2011: 61)
47.  Sepertinya ia mengenali gadis itu. . . (Glenn Alexei, 2011: 61)
48.   . . . ia akan pulang ke kampung halamannya di Malang. . . (Glenn Alexei, 2011: 61)
49.   . . . ia merasa lega tak salah orang. (Glenn Alexei, 2011: 63)
50.   . . . ia benar-benar tak menduga bisa bertemu dengan Alvin di Singapura. (Glenn Alexei, 2011: 62)
51.  Hubungan Alvin dan Karina boleh dikatakan dekat . . . (Glenn Alexei, 2011: 65)
52.  Alvin mengulurkan tangan ke arah Sandra, . . . (Glenn Alexei, 2011: 70)
53.  Jimmy dan Karina kemudian . . . (Glenn Alexei, 2011: 83)
54.  Ia siap menerima jika Jimy akhirnya mundur darinya. . . (Glenn Alexei, 2011: 84)
55.   . . . hanya bersama Jimmy saja ia merasa tenang dan bahagia, . . . (Glenn Alexei, 2011: 85)
56.   . . . meskipun ia dan Eric telah lama berpacaran, . . . (Glenn Alexei, 2011: 85)
57.   . . . Ia merasa menjadi pria paling bahagia . . . (Glenn Alexei, 2011: 85)
58.  Jimmy terkecut saat mendengar Karina mengatakan kalimat dalam bahasa Thai yang berarti . . . (Glenn Alexei, 2011: 91)
59.   . . . ia mendapat dukungan dari Jimmy, . . . (Glenn Alexei, 2011: 92)
60.  Karina tersipu malu mendengarnya. . . (Glenn Alexei, 2011: 95)
61.  . . . Jimmy termasuk prang pencemburu . . . (Glenn Alexei, 2011: 103)
62.  Ia tak ingin menangis di depan orang yang tak ia kenal. (Glenn Alexei, 2011: 107)
63.  Profesor Le menuliskan resep di sebuah kertas . . . (Glenn Alexei, 2011: 108)
64.  Karina merebahkan tubuhnya di atas tempat . . . (Glenn Alexei, 2011: 110)
65.   . . . Ia ingin segera menemui Karina . . . (Glenn Alexei, 2011: 34)
66.  Jimmy terharu mendengar cerita Karina, . . . (Glenn Alexei, 2011: 124)
67.  Jimmy berdoa dalam hati agar Tuhan merestui . . . (Glenn Alexei, 2011: 129)
68.   . . . ia berharap . . . (Glenn Alexei, 2011: 129)
69.  Ia ingin menjadi orang yang dibutuhkan Karina. Ia ingin selalu ada untuk Karina. Dan ia ingin Karinalah yang menjadi pelabuhan . . . (Glenn Alexei, 2011: 130)
70.   . . . Ia khawatir jika terlalu lama disitu, ia yakin cepat atau lambat akan mendapat tekanan . . . (Glenn Alexei, 2011: 134)
71.   . . . , Ia masih ragu akan mencoba oabat yang ditawarkan wanita itu atau tidak . . . (Glenn Alexei, 2011: 141)
72.   . . . , Ia masih belum yakin . . . (Glenn Alexei, 2011: 143)
73.   . . . Ia tak bisa menahan rasa sakit . . . (Glenn Alexei, 2011: 145)
74.  Karina merasakan ada perubahan pada dirinya . . . (Glenn Alexei, 2011: 152)
75.   . . . ia merasa akhir-akhir ini siklus haid-nya sering terlambat, . . . (Glenn Alexei, 2011: 153)
76.   . . . Ia tampak mengaduk-aduk nasi di hadapannya . . . (Glenn Alexei, 2011: 358)
77.   . . . Ia seolah hanyut dalam cerita Karina . . . (Glenn Alexei, 2011: 160)
78.  Alvin tampak pura-pura terkejut. . . (Glenn Alexei, 2011: 161)
79.  Alvin merasa bosan . . . (Glenn Alexei, 2011: 168)
80.   . . . Ia yakin ia benar-benar mendengarnya . . . (Glenn Alexei, 2011: 169)
81.  Jimmy menyusuri jalan setapak . . . (Glenn Alexei, 2011: 177)
82.   . . . Ia menengadah . . . (Glenn Alexei, 2011: 177)
83.  Ia teringat beberapa saat yang lalu ia duduk di sebuah bangku panjang . . . (Glenn Alexei, 2011: 178)
84.   . . . Ia sudah duduk menunggu di sini hampir satu jam yang lalu, . . . (Glenn Alexei, 2011: 177)
85.   . . . Ia terharu . . . (Glenn Alexei, 2011: 177)
86.   . . .  Ia memang mencintai langit . . . (Glenn Alexei, 2011: 182)
87.   . . . Ia sangat senang saat atasannya mengabulkan permohonan cutinya. . . (Glenn Alexei, 2011: 184)
88.  Jimmy sedih mendengar penuturan Karina. (Glenn Alexei, 2011: 189)
89.   . . . Karina mulai panik, . . . (Glenn Alexei, 2011: 193)
90.   . . . Ia adalah seorang staf keuangan . . . (Glenn Alexei, 2011: 198)
91.   . . . Ia merasa Yani sekarang lebih gemuk . . . (Glenn Alexei, 2011: 198)
92.   . . . Ia memiliki postur tubuh yang menjulang tinggi . . . (Glenn Alexei, 2011: 198)
93.   . . . Ia tak menyangka Karina yang biasanya sabar menjadi begitu sensitif dan mudah tersinggung. . . (Glenn Alexei, 2011: 203)
94.   . . . Ia tak membayangkan hukuman seperti apa yang harus diterima Karina nantinya. (Glenn Alexei, 2011: 208)
95.   Ia memandang langit . . . (Glenn Alexei, 2011: 212)
96.  Ia sudah tak ingat lagi kapan terakhir kalinya ia berdoa. . . (Glenn Alexei, 2011: 218)
97.   . . . Ia mendapati bahwa pramugari yang dipecat berinisial K.S. . . (Glenn Alexei, 2011: 223)
98.   . . . Ia terlihat lebih kurus . . . (Glenn Alexei, 2011: 227)
99.  Jimmy merasa bahwa Karina kesulitan untuk berbicara karena kondisinya lemah dan  shock. (Glenn Alexei, 2011: 228)
100.  . . . Ia menelan ludah. . . (Glenn Alexei, 2011: 229)
101.  . . . Ia ingin menunjukan padanya bahwa ia mencintainya, meski ia tak mengharapkan Karina mau menerima cintanya . . . (Glenn Alexei, 2011: 229)
102.  . . . Ia merasa ada yang janggal pada Jimmy . . . (Glenn Alexei, 2011: 233)
103.  . . . Ia menganggap pria itu telah mempermainkan ketulusan hati Karina. (Glenn Alexei, 2011: 233)
104.  . . . Karina terus menunggu dan menunggu . . . (Glenn Alexei, 2011: 238)
105.  . . . Ia jadi berfikir, bagaimana kabar Karina sekarang? . . . (Glenn Alexei, 2011: 239)
106. Ia berjalan ke halte bus, . . . (Glenn Alexei, 2011: 240)
107.  . . . Ia berdoa dalam hati . . . (Glenn Alexei, 2011: 241)
108.  . . . Sandra memang dikenal sebagai shopaholic, ia tak bisa menahan godaan untuk membeli barang-barang branded . . . (Glenn Alexei, 2011: 241)
109.  . . . ia berpamitan dan segera pergi meninggalkan Sandra. (Glenn Alexei, 2011: 245)
110.  Alvin memang tipe orang yang selalu menepati janjinya. . . (Glenn Alexei, 2011: 248)
111.  . . . Ia merasa begitu tenang dan damai setiap kali betemu Alvin, . . . (Glenn Alexei, 2011: 248)
112.  . . . Ia sungguh kesal jika Karina membicarakan tentang Jimmy. Ia marah pada Jimmy . . . (Glenn Alexei, 2011: 249)
113.  . . . Ia merasa seluruh tubuhnya kaku . . . (Glenn Alexei, 2011: 252)
114.  . . . Ia begitu gugup sehingga merasa ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu. (Glenn Alexei, 2011: 253)
115. Alvin melotot tajampada Rika. . . (Glenn Alexei, 2011: 259)
116.  . . . Ia tahu Jimmy memang pernah bekerja di Jepang. (Glenn Alexei, 2011: 259)
117. Jimmy menatap Alvin tajam. . . (Glenn Alexei, 2011: 261)
118. Ia beringsut mendekati Karina, . . . (Glenn Alexei, 2011: 263)
119.  . . . Ia tahu kekecewaan yang Karina rasakan. (Glenn Alexei, 2011: 263)
120. Alvin merasa geli, . . . (Glenn Alexei, 2011: 264)
121. Ia tak bermaksud menuduh Alvin. . . (Glenn Alexei, 2011: 265)
122. Alvin tesenyum mendengar penuturan Karina. (Glenn Alexei, 2011: 266)
123. Alvin memang sangat pandai menjaga hatinya. . . (Glenn Alexei, 2011: 268)
124.  . . .  Ia selalu mengharapkan kedatangan Jimmy . . . (Glenn Alexei, 2011: 268)
125.  . . . Ia berjanji dalam hati untuk melupakan Jimmy . . . (Glenn Alexei, 2011: 268)
126.  . . .  Ia yakin itu bukan air mata kesedihan namun sebaliknya ia sedang berbahagia. (Glenn Alexei, 2011: 270)
127.  . . . Ia tidak pernah merasakan nyeri seperti dulu . . . (Glenn Alexei, 2011: 261)
128.  . . . Ia bersyukur Alvin selalu setia menemaninya. (Glenn Alexei, 2011: 261)
129.  . . . Karina masih tidak percaya akan kenyataan di hadapannya. (Glenn Alexei, 2011: 273)
130. Karina tidak menyangka Alvin melakukan itu, . . . (Glenn Alexei, 2011: 273)

3.9. Amanat
a.       Amanat umum
Amanat umum yang dapat diambil dari novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei adalah sebagai berikut:
1.      Jangan mudah percaya terhadap orang lain, teutama orang yang baru dikenal.
Dalam novel Cinta di Atas Awan diceritakan Karina yang mudah percaya terhadap Jimmy orang yang baru ia kenal. Meski baru kenal beberapa minggu, ketika Jimmy mengungkapkan perasaan cintanya terhadap Karina, Karina langsung menerima Jimmy sebagai kekasihnya. Karakter Jimmy yang perhatian, pengertian dan romantis membuat Karina yakin kalau Jimmy adalah seorang laki-laki yang setia terhadap pasangannya. Namun ketika Karina jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di pusat rehabilitasi, Jimmy malah menghianati Karina. Jimmy menikah dengan perempuan lain.
Selain itu, ketika Karina bertemu dengan Tina yang menawarkan obat pereda nyeri alternatif mudahnya Karina percaya. Karina membeli dan mengkonsumsi obat tersebut. Padahal obat tersebut merupakan obat terlarang (Narkotika), sehingga menghancurkan karirnya sebagai seorang pramugari.
2.      Komunikasikan dengan orang terdekat yang bisa dipercaya.
Dalam novel Cinta di Atas Awan diceritakan ketika peristiwa Karina membeli dan mengkonsumsi obat pereda nyeri alternatif (Narkoba), Karina tidak menceritakan kepada siapapun. Sehingga ketika diketahui kalau obat tersebut adalah Narkotika, Karina harus menjalani proses penyembuhan di pusat rehabilitasi karena sudah ketergantungan.
3.      Harus peka terhadap perasaan seseorang dan belajar membuka hati
Dalam novel Cinta di Atas Awan diceritakan ketika Karina telah mengetahui Jimmy menghianati Cintanya, Karina tidak pernah peka terhadap perasaan Alvin yang ditunjukan oleh sikap dan perbuatannya. Karina seolah terbelenggu oleh cintanya Jimmy, sehingga ia enggan membuka hati untuk laki-laki lain. Namun pada akhirnya Karina mulai sadar, sikap dan perbuatan Alvin selama ini merupakan bentuk kasih sayangnya terhadap Karina, dan mulai saat itu juga Karina belajar untuk membuka hati untuk Alvin.

b.      Amanat Khusus
Amanat yang tersebar dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei adalah sebagai berikut:
1.      Tentang Moral
Hal tersebut nampak dari bukti kutipan di bawah ini:
a)        . . . sikap Alvin ramah, supel dan tidak membedakan siapapun . . . (Glenn Alexei, 2011: 60)
b)      . . . Percuma saja memiliki pasangan hidup dari keluarga kaya dan punya penampilan yang menarik, jika ia tak mencintainya dan tak menemukan kebahagiaan bersama pria itu. (Glenn Alexei, 2011: 85)
c)      “ . . . sebagai pria yang gentle aku harus mempertanggungjawabkan semua ucapan dan tindakanku.” (Glenn Alexei, 2011: 86)
d)     . . . , suami adalah kepala keluarga, ia pun harus menghormati keputusan suaminya. (Glenn Alexei, 2011: 120)
e)      . . . , meskipun Jimmy seorang pria, namun ia mencintai kebersihan. (Glenn Alexei, 2011: 123)
f)       . . . Aku saja meskipun lelah sepulang kerja masih sempat membersihkan apartemenku sendiri. (Glenn Alexei, 2011: 142)
g)      . . . , bagaimana mungkin aku mempekerjakan seorang karyawan tanpa menggajinya? Itu sangat tidak manusiawi . . . (Glenn Alexei, 2011: 162)
h)      . . . pasangan itu kembali menemui Karina untuk mengucapkan terima kasih karena telah banyak merepotkan Karina. (Glenn Alexei, 2011: 173)
i)        . . . Walaupun Jimmy tidak pernah memberi kabar, statusnya masih tetap kekasih Jimmy dan ia tidak ingin berpaling darinya. (Glenn Alexei, 2011: 248)
j)         . . . “Terima kasih Alvin, maaf aku selalu merepotkanmu.” (Glenn Alexei, 2011: 219)
k)      . . . betapa bodoh dirinya, mengharapkan pria yang sudah jadi milik wanita lain . . . (Glenn Alexei, 2011: 219)

2.      Tentang Sikap Spiritual
a)      . . . Meskipun penuh sesak, hal itu tak menyurutkan niat Jimmy untuk berdoa. (Glenn Alexei, 2011: 44)
b)      . . . banyak-banyaklah berdoa . . . (Glenn Alexei, 2011: 103)
c)      . . . memohon agar Tuhan memberikan kesabaran lebih padanya untuk mengurus kedua anaknya. (Glenn Alexei, 2011: 111)
d)     . . . Jimmy berdoa dalam hati agar Tuhan merestui hubungan mereka berdua . . . (Glenn Alexei, 2011: 129)
e)      . . .  ia hanya bisa berdoa agar Tuhan selalu menyertai dan melindungi Karina. . . (Glenn Alexei, 2011: 129)
f)       . . . , ia bersyukur doa-doanya untuk kesembuhan Karina terkabul. (Glenn Alexei, 2011: 151)
g)      . . . Ia menyadari, ia seorang manusia yang banyak dosa, hanya berdoa pada saat-saat yang terdesak, namun pada saat-saat senang, ia sering lupa bahwa ia harus mengucap syukur. (Glenn Alexei, 2011: 219)
h)      . . . Berkat keinginan kuat dari dalam dirinya disertai dengan doa, ia bisa melepaskan ketergantungannya pada narkotik dalam waktu setahun saja. (Glenn Alexei, 2011: 246)

3.      Tentang Sikap Sosial
a)      “Meskipun kau saat ini sudah tak punya keluarga lagi, tapi kau masih punya Tuhan dan Aku keluargamu.” (Glenn Alexei, 2011: 84)
b)      . . . Mengenai biaya operasimu, aku bersedia menanggungnya dan aku tidak mengharapkan kau mengembalikan uang itu. . . (Glenn Alexei, 2011: 163)
c)      . . . Aku memang benar-benar tulus membantumu, aku tak mengharapkan balasan darimu. (Glenn Alexei, 2011: 165).
d)     “ . . . saya tulus membantunya.” (Glenn Alexei, 2011: 215)















BAB IV
SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis pada novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei dapat disimpulkan sebagai berikut.
1)        Tema dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah tentang pengkhianatan seorang pria terhadap kekasihnya. Dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian dapat disimpulkan bahwa Glenn Alexei lebih menekankan pada tema percintaan.
2)        Alur/Plot yang terdapat dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian, berdasarkan urutan peristiwa dari awal sampai akhir maka dapat dikatakan sebagai alur konvensional atau tradisional, secara kualitatif susunan alur/plot novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei adalah alur atau plot erat, secara kuantitatif susunan alur/plot novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei adalah alur atau plot tunggal. Dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian dapat disimpulkan bahwa Glenn Alexei memilih alur/plot konvensional dalam menggambarkan cerita, secara kualitatif alur/plot tersebut adalah alur/plot erat, dan secara kuantitatif alur/plot tersebut adalah alur/plot tunggal.
3)        Tokoh dan perwatakan yang terdapat dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian, adalah sebagai berikut:
a.       Karina sebagai tokoh utama dengan perwatakan baik hati, ramah, dan setia;
b.      Jimmy sebagai tokoh utama dengan perwatakan seorang pembohong/pengkhianat;
c.       Alvin sebagai tokoh utama dengan perwatakan baik hati dan tanpa pamrih;
d.      Sandra sebagai tokoh bawahan dengan perwatakan seorang yang pengertian;
e.       Eric sebagai tokoh bawahan dengan perwatakan cuek;
f.       Tina sebagai tokoh bawahan dengan perwatakan pemalas dan jahat;
g.      Johan sebagai tokoh bawahan dengan perwatakan seorang penyabar;
h.      Frida sebagai tokoh dengan perwatakan tegas dan disiplin;
i.        Yani sebagai tokoh bawahan dengan perwatakan supel dan ceria;
j.        Edwin sebagai tokoh bawahan dengan perwatakan seorang yang cerdas;
k.      Liana sebagai tokoh bawahan dengan perwatakan rajin dan bertanggung jawab;
l.        Rika sebagai tokoh bawahan dengan perwatakan baik hati dan pintar.
Dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian dapat disimpulkan bahwa dari dua belas tokoh yang dimunculkan dalam cerita, Glenn Alexei hanya memilih tiga tokoh yang dijadikan sebagai tokoh utama, selebihnya dijadikan sebagai tokoh bawahan.
4)      Latar/setting yang terdapat dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah sebagai beikut:
a.       Latar tempat; di Singapura, di Jepang, di Bangkok, di Nepal, di Bandung, di Surabaya, di Thailan, di Jakarta, dan di Jawa Timur,
b.      Latar waktu; bulan Januari, bulan Mei, bulan Desember, hari minggu, pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari.
c.       Latar Suasana; sedih, senang, tegang, sepi, sejuk, dingin, dan ramai.
d.      Latar Lingkungan; lingkungan religius, lingkungan pendidikan tinggi, lingkungan profesi, dan lingkungan ekonomi.
Dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum terdapat sembilan latar tempat, delapan latar waktu, tujuh latar suasana, dan empat latar lingkungan.
5)      Gaya pengarang dan gaya bahasa yang terdapat dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian, jika ditinjau dari gaya pengarang, gaya pengungkapannya mudah dipahami. Sementara jika ditinjau dari gaya bahasa yang digunakan terdiri dari dua puluh dua gaya bahasa perumpamaan atau persamaan, sembilan belas gaya bahasa metafora, enam belas gaya bahasa hiperbola, tujuh gaya bahasa pesonifikasi, dan dua gaya bahasa alusio. Dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian dapat disimpulkan bahwa Glenn Alexei lebih sering menggunakan  gaya bahasa perumpamaan atau persamaan.
6)      Titik Pengisahan yang terdapat dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian dapat disimpulkan sebagai pengamat dengan titik pengisahan Maha Tahu.
7)      Amanat yang terdapat dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah; jangan mudah percaya terhadap orang lain, teutama orang yang baru dikenal, komunikasikan dengan orang terdekat yang bisa dipercaya, harus peka terhadap perasaan seseorang dan belajar membuka hati. Sedangkan amanat khusus yang tersebar dalam setiap peristiwa ada amanat tentang moral, amanat tentang sikap spiritual, dan amanat tentang sikap sosial. Dalam novel Cinta di Atas Awan karya Glenn Alexei yang dijadikan sebagai objek penelitian dapat disimpulkan bahwa amanat yang terkandung di dalamnya berupa amanat positif.







DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan, dkk. (2003). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.
Jaelani, Asep Jejen. (2009). Relasi Gaya Bahasa Dengan Citraan Pada Kumpulan Puisi “Menjadi Penyair Lagi” Karya Acep Zamzam Noor. Kuningan: Skripsi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.
Keraf, Gorys. (2010). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Keraf, Gorys. (1994). Komposisi. Jakarta: Nusa Indah.
Nierenberg, Gerald. I. & Calero, Hendri. I. (2012). Membaca Pikiran Orang Seperti   Membaca Buku. Jogjakarta: Think.

Nurgiantoro, Burhan. (2010). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pusat Bahasa Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai Pustaka.
Sobur, Alex. (2011). Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia
Sugiantomas, Aan. (2012). Langkah Awal Menuju Apresiasi Sastra Indonesia. Kuningan: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.

Sugiantomas, Aan. (2013). Kajian Prosa Fiksi dan Drama. Kuningan: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan.
Supradjarto, Toto. (1991). Kesusastraan Indonesia dari Zaman ke Zaman. Jakarta: SMA   Kanisius.
Waluyo, Herman. J. (1987). Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Gramedia
Wellek, Rene & Warren, Austin. (1989). Teori Kesusastraan. Terj Melani Budianata. Jakarta: Gramedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar